Donor Plasma Masih Asing bagi Banyak Orang, Padahal Dibutuhkan untuk Terapi Pasien
- Pixabay
Jakarta, VIVA – Donor darah sudah cukup familiar bagi masyarakat Indonesia. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa ada jenis donasi lain yang juga memiliki peran penting dalam dunia medis, yakni donor plasma.
Plasma merupakan salah satu komponen utama dalam darah yang dapat diolah menjadi Produk Obat Derivat Plasma (PODP). Produk tersebut digunakan untuk mendukung perawatan pasien dengan kondisi medis tertentu, termasuk gangguan perdarahan, imunodefisiensi hingga kondisi yang berkaitan dengan rendahnya kadar albumin.
Berbeda dengan obat yang diproduksi secara sintetis, PODP berasal dari plasma manusia. Artinya, ketersediaan terapi tersebut sangat berkaitan dengan keberadaan donor plasma serta sistem pengambilan dan pengolahan plasma yang aman.
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr. Dra. Lucia Rizka Andalusia, Apt., M.Pharm., MARS, mengatakan penguatan ekosistem plasma membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak.
“Penguatan ekosistem plasma Indonesia dapat terwujud melalui kolaborasi antara pemerintah, institusi kesehatan, layanan darah dan plasma, komunitas pasien, donor, dan industri. International Plasma Awareness Week 2026 menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong upaya bersama tersebut," ujar Dr Lucia saat media gathering di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Plasma Menyusun Sekitar 55 Persen Volume Darah
Pakar Bank Darah dan Kedokteran Transfusi, Dr. dr. Teguh Triyono, M.Kes., Sp.PK., Subsp. B.D.K.T. (K), Subsp. K.V. (K), menjelaskan plasma merupakan bagian terbesar dari darah.
“Plasma merupakan komponen terbesar dalam darah, mencakup sekitar 55 persen dari volume darah. Di dalamnya terdapat berbagai protein penting, termasuk albumin, antibodi dan faktor pembekuan, yang dapat diolah menjadi Produk Obat Derivat Plasma (PODP). Berbeda dengan donor darah utuh, dalam pengambilan plasma menggunakan alat apheresis, plasma dipisahkan dari komponen darah lainnya, dan komponen lain tersebut dikembalikan ke tubuh donor plasma," bebernya.
"Plasma yang terkumpul kemudian dapat diolah menjadi berbagai produk terapi untuk membantu pasien dengan kondisi medis tertentu, termasuk hipoalbuminemia, gangguan perdarahan dan imunodefisiensi. Karena itu, pemahaman mengenai plasma dan proses pengambilan plasma penting untuk dipahami, begitu juga dengan kontribusi dari donor plasma sebagai bagian penting dari perjalanan perawatan pasien," lanjutnya.