Tips Jadi Kolektor Buku Internasional, Begini Cara Mendapatkan hingga Menjaga Nilainya
- Pixabay
Jakarta, VIVA – Bagi pencinta buku, sebuah bacaan terkadang memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar cerita yang tersimpan di dalamnya. Buku yang mengingatkan pada masa tertentu, penulis favorit, atau pengalaman ketika pertama kali membacanya bisa menjadi bagian dari perjalanan hidup seseorang.
Hal inilah yang membuat aktivitas mengoleksi buku internasional memiliki daya tarik tersendiri. Kolektor tidak selalu mencari buku dengan harga tinggi, tetapi juga edisi yang mempunyai cerita, keunikan, atau hubungan personal dengan dirinya.
David Headley, Co-Founder dan Managing Director Goldsboro Books, termasuk orang yang melihat buku dari sisi tersebut. Ia mengaku mulai tertarik mengoleksi buku sejak kecil, termasuk mencari edisi pertama dari buku-buku yang ia sukai.
Menurutnya, calon kolektor sebaiknya tidak langsung berfokus pada kelangkaan atau harga buku. Langkah awal justru bisa dimulai dari bacaan yang memang disukai.
“Mulai dengan membaca buku yang Anda ingin membaca. Kemudian, Anda bisa membangun perpustakaan Anda dengan buku-buku yang Anda ingin baca,” kata David saat konferensi pers Goldsboro Books di Jakarta pada Kamis (8/10/26)
1. Mulai dari Buku yang Memiliki Arti
Tips pertama adalah memilih buku berdasarkan ketertarikan pribadi. Kolektor pemula tidak perlu langsung mengejar judul yang terkenal atau mahal.
David melihat koleksi buku sebagai semacam biografi pemiliknya. Buku-buku yang berada di rak dapat menceritakan siapa seseorang, apa yang disukai, hingga pengalaman apa saja yang pernah dilalui.
Karena itu, koleksi akan terasa lebih bermakna jika dibangun berdasarkan genre, penulis, karakter, atau cerita yang memang memiliki tempat khusus bagi pemiliknya.
2. Kenali First Edition dan Signed Edition
Setelah mengetahui jenis buku yang disukai, calon kolektor bisa mulai mempelajari berbagai istilah dalam dunia buku koleksi, termasuk first edition atau edisi pertama dan signed edition atau edisi bertanda tangan.
Edisi pertama menjadi menarik karena merupakan bentuk awal sebuah karya ketika pertama kali diterbitkan. Sementara tanda tangan penulis dapat memberikan koneksi yang lebih personal antara buku dan pembacanya.
David sendiri mengatakan bahwa dirinya senang mengoleksi bentuk awal dari sebuah cerita yang memiliki arti baginya.