Mitos vs Fakta AC Inverter: Mudah Rusak dan Boros Listrik?
- Ist
Jakarta, VIVA – AC inverter adalah AC yang kecepatan kompresornya bisa naik turun sesuai kebutuhan, tidak sekadar menyala lalu mati. Harga AC inverter yang cenderung lebih tinggi sering membuat calon pembeli berpikir dua kali. Belum lagi berbagai anggapan yang beredar, mulai dari AC inverter lebih mudah rusak, biaya servisnya mahal, sampai harus dinyalakan selama 24 jam agar hemat listrik. Di sisi lain, teknologi inverter, seperti yang ada pada AC inverter GREE, dikenal mampu menjaga suhu ruangan lebih stabil dan berpotensi mengoptimalkan konsumsi energi. Lantas, mana yang benar dan mana yang hanya mitos?
Sebelum memutuskan membeli AC inverter, yuk, pahami beberapa anggapan yang sering membuat calon pengguna ragu.
Sebelum membeli AC inverter, yuk, pahami beberapa anggapan yang sering membuat calon pengguna ragu.
Mitos 1: AC Inverter Selalu Lebih Hemat Listrik
Fakta: AC inverter berpotensi lebih hemat, tetapi hasilnya bergantung pada kondisi penggunaan.
AC inverter dapat menyesuaikan kecepatan kompresor sesuai kebutuhan pendinginan. Ketika suhu ruangan mendekati suhu yang diinginkan, kompresor dapat bekerja pada kecepatan lebih rendah sehingga penggunaan daya ikut menurun. Berbeda dengan AC non-inverter yang umumnya menggunakan siklus kompresor menyala dan mati, AC inverter dapat menyesuaikan kapasitas pendinginan secara bertahap.
Meski begitu, bukan berarti semua AC inverter pasti lebih hemat dalam setiap kondisi. Konsumsi listrik juga dipengaruhi kapasitas AC, suhu yang diatur, ukuran ruangan, kondisi lingkungan, dan durasi pemakaian. Agar lebih optimal, pilih kapasitas AC yang sesuai dengan kebutuhan ruangan dan perhatikan spesifikasi konsumsi dayanya.
Mitos 2: AC Inverter Harus Dinyalakan 24 Jam agar Hemat
Fakta: Tidak harus.
Anggapan ini muncul karena AC inverter dapat bekerja dengan kecepatan kompresor yang lebih rendah ketika kebutuhan pendinginan berkurang. Namun, bukan berarti AC harus terus menyala selama 24 jam untuk mendapatkan manfaat teknologi inverter. Potensi penghematan energi biasanya lebih terasa ketika AC digunakan dalam durasi yang cukup lama. Meski demikian, jika ruangan tidak digunakan, mematikan AC tetap menjadi pilihan paling hemat energi.