Model Penuh Luka Bakar Getarkan New York Fashion Week

Reshma Quereshi di New York Fashion Week
Sumber :
  • Reuters

VIVA.co.id – Seorang model wanita asal India, dengan bekas luka bakar akibat zak kimia menantang persepsi kecantikan saat melangkah di panggung catwalk New York Fashion Week, Kamis, 8 September 2016. Gadis berusia 19 tahun bernama Reshma Quereshi membuka pameran FTL Moda dalam gaun putih panjang dengan aplikasi bordir karya desainer India Archana Kochhar.

Batik Merak Ngibing Jawa Barat, Sukses Bikin Dunia Tercengang

Dengan kejadian yang menimpanya, dia tidak pernah berpikir akan pergi ke luar negeri, apalagi menjadi model dalam acara fesyen bergengsi di New York. Reshma mengalami luka bakar parah di wajah hingga menyebabkan dia terpaksa kehilangan mata kiri setelah disiram asam sulfat oleh saudara ipar dan dua laki-laki dua tahun lalu.

"Saya tidak percaya hal itu terjadi kepada saya. Saya merasa sangat senang,"
katanya, seperti dilansir dari Telegraph.

Foto-foto Koleksi Brand Lokal Erigo di Panggung New York Fashion Week

Dia berharap penampilannya di atas catwalk bisa menginspirasi banyak orang yang selamat dari serangan serupa dan mendorong negaranya untuk mengatur penjualan zat kimia.

"Tidak ada orang lain yang bisa memahami serangan asam, kecuali korban itu sendiri. Saya tidak ingin ini terjadi kepada orang lain," ujarnya.

Sandiaga Uno Lepas Keberangkatan Brand Lokal ke New York Fashion Week

Reshma Quereshi di New York Fashion Week

Direktur Eksekutif Acid Survivors Trust International (ASTI), Jaf Shah mengatakan bahwa sekitar 1.500 serangan menggunakan zat kimia asam dilaporkan terjadi setiap tahunnya. Namun, jumlah sebenarnya diperkirakan lebih tinggi.

India memiliki jumlah tertinggi serangan menggunakan zat kimia. Hal itu dilakukan sebagai bentuk balas dendam suami yang ditolak cintanya atau pelamar yang ditolak. ASTI menggambarkan, peristiwa itu sebagai fenomena global yang terjadi di negara-negara, seperti Afghanistan, Iran, Nigeria, dan Kolombia.

Shah mengatakan membatasi penjualan asam, hukuman untuk penyerang, serta kompensasi dan merawat korban sangat diperlukan. Orang-orang seperti Reshma juga penting untuk mengungkapkannya kepada publik.

Sementara itu, jumlah keragaman model di atas catwalk menjadi tujuan FTL Moda. Mereka telah menampilkan model cacat, di atas kursi roda, menggunakan tongkat hingga bagian tubuh diamputasi. Model Australia Madeline Stuart, yang memiliki down syndrome juga telah melakukan debut di acara FTL Moda pada tahun lalu.

"Saya rasa ini adalah alat yang ampuh. Ini bisa membuat perubahan lebih baik," kata pendiri FTL Moda Ilaria Niccolini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya