Tips Memilih Kursi Tamu Material Kayu yang Ramah Lingkungan

www.dekoruma.com
Sumber :

VIVA.co.id – VIVA.co.id – Kursi tamu dari material kayu memberikan sentuhan klasik pada ruang tamu Anda. Tapi, bagi sebagian orang, terutama pemerhati lingkungan, pembelian produk-produk yang terbuat dari kayu dikhawatirkan semakin mendorong penebangan liar. Sebenarnya, tidak masalah ketika Anda membeli kursi tamu, selama Anda memastikan telah memilih produk yang legal atau ramah lingkungan.

img_title Dari 36 Jadi 69, Kursi NasDen di Parlemen Melonjak Hampir Dua Kali Lipat

Lalu, bagaimana caranya memilih kursi tamu berbahan kayu yang sesuai dengan criteria tersebut? Nah, berikut ini dipaparkan 6 tips yang bisa Anda terapkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. Memiliki Sertifikat Legalitas
Menurut Kementerian Kehutanan, kayu disebut legal apabila asal-usulnya, izin penebangannya, sistem dan prosedur penebangan, dokumentasi angkutan, pengolahan, serta perdagangan dapat dibuktikan memenuhi semua persyaratan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
 
Sejak tahun 2009 lalu, pemilik usaha industri kayu diharuskan memiliki sertifikat legalitas yang diterbitkan oleh Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK), dengan catatan kayu mereka dinilai memenuhi standar lingkungan. Produk mereka dibubuhkan tanda V-Legal sebagai bukti keabsahannya. Sementara itu, industri kayu legal dari luar negeri mendapatkan sertifikat yang diterbitkan oleh Forest Stewardship Council (FSC).

img_title Pasang Target Rebut Kursi DPR RI dari Kepri, Ahmad Ali Minta Kader PSI Bergerak

Nah, jangan ragu menanyakan pada pihak penjual, apakah furnitur kayu sudah dilengkapi sertifikat legalitas. Jika sudah, berarti produk pasti terbebas dari dugaan penebangan liar.

2. Menggunakan Sisa Kayu Bekas
Belum semua industri mebel memegang sertifikat dari SVLK, meskipun bahan baku kayu mereka tergolong legal. Biasanya, pengusaha mebel terkendala masalah biaya.

img_title Kursi Firaun Milik Koruptor Asabri Laku Rp80 Juta, Perhiasan Sandra Dewi Diserbu

Memang, ketiadaan sertifikat membuat Anda kesulitan menelusuri legalitas bahan bakunya. Tapi, Anda bisa menggunakan alternatif lain dengan membeli kursi tamu yang terbuat dari sisa-sisa kayu bekas furnitur tua, konstruksi rumah, dan sebagainya. Meskipun hanya kayu bekas, tapi daya tahannya dari waktu ke waktu justru membuktikan kualitasnya. Tidak mengherankan, banyak perancang mebel yang kini melirik kayu-kayu bekas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Pilihlah Furnitur yang Awet
Jangan tanggung-tanggung! Sekalian saja membeli kursi tamu yang berkualitas tinggi sehingga terjamin keawetannya. Yah, meskipun Anda harus menggelontorkan dana yang jauh lebih mahal.

Jika kursi tamu dapat bertahan lama, Anda dapat menghemat anggaran serta penggunaan kayu, daripada harus membeli kursi baru setiap beberapa waktu sekali. Setidaknya, jika ada kerusakan sedikit-sedikit masih bisa diperbaiki. Kalau pun Anda ingin mengganti konsep interior kelak, kursi yang awet tersebut masih bisa dijual lagi. Sebagai alternatif, Anda juga dapat menggunakan sofa minimalis di ruang tamu Anda.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut