Belalang Setan Serang Gunungkidul

Ilustrasi belalang.
Sumber :
  • digitale-naturfotos.de

VIVA – Ribuan belalang setan (aularches miliaris) yang beracun menyerang lahan pertanian di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Jawa Tengah, dalam dua pekan terakhir.

img_title Tim Balap Bimasakti UGM Siapkan Senjata Baru untuk Berlaga di Formula SAE Italy 2026

Sedikitnya 3.000 meter persegi lahan milik petani rusak akibat serangan tersebut. Selain menyerang lahan pertanian milik warga setempat, belalang setan juga mengeluarkan racun yang membuat petani yang terkena gigitan menjadi gatal-gatal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hama belalang setan merusak tanaman milik petani dengan memakan daun. Sejumlah tanaman yang rusak di antaranya tanaman jagung, kelapa, pohon jati maupun tanaman jenis lainnya. Kondisi ini membuat para petani resah dan merugi.

img_title Bidik Pendanaan Rp45 miliar, Perusahaan Milik Kampus UGM Bersiap IPO di BEI

Tiga peneliti dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta langsung turun ke lapangan dan berhasil mengidentifikasi hasil temuannya ini.

Ketiganya adalah Soenarwan Hery Purwanto, Hari Purwanto dan Sudaryadi, yang melakukan penelitian di wilayah perbatasan Karangrejek dan Baleharjo, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul pada Rabu, 23 Januari 2018 kemarin.

img_title Sebut Nama Allah, Menteri PU Dody Hanggodo Bersumpah Tak Terlibat Doxing Dosen UGM

“Kedua wilayah ini paling terdampak kena serangan hama belalang setan. Tapi masih bersifat lokal,” kata salah satu peneliti Fakultas Biologi UGM, Sudaryadi, di Yogyakarta, Jumat, 26 Januari 2018.

Selain itu, ia juga menemukan fase dewasa maupun pra dewasa belalang setan dalam jumlah cukup banyak pada satu lahan tanaman rumput kalanjana.

Namun, tidak ditemukan di tempat lain yang berjarak 500 meter dari titik beradanya belalang setan. Kendati demikian, Sudaryadi mengimbau warga untuk tetap waspada.

Sebab, masih banyak serangga yang berada dalam fase pra dewasa. “Artinya, belalang setan masih akan mudah dijumpai dalam beberapa minggu ke depan sehingga perlu dilakukan pemantauan secara periodik,” jelasnya.

Belalang dengan sayap berwarna hijau dengan bercak kuning ini memiliki siklus hidup relatif lama dibandingkan dengan jenis belalang lainnya. Bergerak aktif di malam hari dengan pergerakan yang lambat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jika perlu dilakukan pengendalian maka bisa dilakukan dengan menangkap secara manual,” tuturnya. Saat ini peneliti Fakultas Biologi UGM juga tengah melakukan pengamatan preferensi pakan belalang setan.

Langkah tersebut tidak hanya untuk mengetahui kemungkinan ledakan hama, tetapi juga penentuan habitat yang disukai untuk peletakan telur dan kemungkinan memperoleh predator alami dari belalang setan.

Kampus UIN Raden Intan Lampung

Sejumlah PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026, UIN Raden Intan Lampung Peringkat 8 Nasional

UIN Raden Intan Lampung menempati peringkat kedelapan nasional UI GreenMetric 2026. Sejumlah PTKIN lain juga meraih penghargaan kampus berkelanjutan.

img_title
VIVA.co.id
18 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut