Mayoritas Konten Terorisme Ada di Facebook dan Instagram

Instagram.
Sumber :
  • REUTERS/Thomas White

VIVA – Hingga Rabu, 16 Mei 2018, Kementerian Komunikasi dan Informatika sudah menemukan 1.285 konten terorisme, di mana konten terbanyak ada di platform Facebook dan Instagram yang jumlahnya mencapai 562 konten.

img_title Kabar Baik buat Content Creator Indonesia

Tenaga Ahli Menteri Bidang Literasi Digital dan Tata Kelola Internet Kementerian Komunikasi dan Informatika, Donny B.U., mengatakan, pelacakan konten terorisme ini dilakukan selama tiga hari sejak terjadi ledakan bom pada Minggu, 13 Mei kemarin oleh mesin sensor internet milik Kominfo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjelaskan bahwa mesin tersebut bekerja setiap dua jam sehari dari biasanya hanya satu hari sekali. Temuan ini, menurut dia, tak semuanya langsung diblokir, namun ada yang perlu dipelajari lebih lanjut atau diawasi.

img_title Jual-Beli Satwa Dilindungi Lewat Facebook Dibongkar Kemenhut, 7 Burung Langka Disita di Jayapura

Sorot Facebook - Media Sosial Facebook Whatsapp

"Kita harus berhati-hati dalam mengatasi akun mana yang harus segera ditutup. Beberapa akun perlu dilihat isinya, ada juga yang tetap dipantau," paparnya di Jakarta, kemarin.

img_title Segini Penghasilan Artis-Selebgram dari Konten Eksklusif Instagram, Awkarin Tertinggi Tembus Hampir Rp600 Juta Sebulan

Donny mengaku sudah mendapat laporan dari beberapa pihak seperti kementerian dan lembaga maupun masyarakat soal konten yang membahas aksi terorisme.

Kominfo, Donny melanjutkan, sudah membuka beberapa kanal pengaduan publik lewat www.aduankonten.id, Twitter @aduankonten, email aduankonten@mail.kominfo.go.id, serta telepon 08119224545.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya itu, mereka juga bekerja sama dengan komunitas Trusted Flagger di YouTube.

"Pengawasan dan penutupan akun akan terus dilakukan. Tapi, mesin sensor internet hanya bisa mengawasi konten yang ada di platform media sosial, bukan pada aplikasi messenger," jelas Donny.

Kepala Eksekutif Meta Mark Zuckerberg.

Meta Sok-sokan Jadi Polisi Malam: Batasi Remaja di Facebook dan Instagram tapi Ancam Data Pribadi Pengguna

Meta menyepakati janji dengan pemerintah negara bagian AS untuk memberlakukan jam malam dan batasan waktu otomatis pada akun remaja di Instagram dan Facebook.

img_title
VIVA.co.id
29 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut