Begini Cara Astronaut Berpuasa di Luar Angkasa

Aktivitas astronaut di Stasiun Antariksa Internasional (ISS).
Sumber :
  • NASA/Handout via REUTERS

VIVA – Bulan Suci Ramadan tak hanya dirasakan umat Muslim di Bumi, namun juga bisa dirasakan oleh para astronaut Muslim yang bertugas di luar angkasa.

img_title 10 Game Mirip Minecraft di 2026, dari Bertahan Hidup hingga Petualangan Luar Angkasa!

Salah satunya, jika astronaut yang ingin berpuasa di luar angkasa, maka mereka bisa merujuk waktu Imsak sampai Maghrib sesuai dengan waktu keduanya di lokasi peluncuran pesawat ulang alik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau mau tetap mengambil keutamaan Ramadan bisa juga berpuasa. Tetapi harus mendasarkan pada jam dengan rujukan lokasi di Bumi, yaitu lokasi peluncuran," kata Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Thomas Djamaluddin, kepada VIVA, Jumat, 18 Mei 2018.

img_title Mobil Bergaya Luar Angkasa Ini Bikin Heboh

Sheikh Muszaphar Shukor, astronot asal Malaysia

Akan tetapi, Thomas mengatakan bahwa astronaut disamakan dengan musafir. Artinya, diperbolehkan tidak berpuasa saat di luar angkasa, namun harus menggantinya saat tiba di Bumi.

img_title Bukan Film Sci-Fi, Astronaut NASA Kini Pakai Smartphone di Luar Angkasa

Ia menambahkan pada siang dan malam di luar angkasa berbeda dengan keadaan Bumi. Pergantian waktu ini disesuaikan dengan berapa kali sebuah stasiun luar angkasa mengorbit Bumi.

"Di Stasiun Antariksa Internasional (ISS) yang mengorbit Bumi 14 kali sehari, siang dan malam, berulang setiap 90 menit," tuturnya.

AS Vs China.

'West Point' Antariksa Dibentuk, Donald Trump: Lumpuhkan China, Kuasai Luar Angkasa

Presiden AS Donald Trump kembali menancapkan ambisinya di luar angkasa dengan resmi mengumumkan pembentukan 'West Point' Akademi Antariksa (Space Academy).

img_title
VIVA.co.id
29 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut