Bos Tokopedia Bantah Flash Sale Kacau

Tokopedia Semarang Ramadan
Sumber :
  • VIVA/Putri Dwi Rahmadani

VIVA – Promo Ramadan Tokopedia sedang menjadi bahan perbincangan hangat bagi pengguna internet Indonesia. Musababnya, banyak pengguna yang merasa kecewa dengan sistem promo Tokopedia serba Rp25 ribu. Kekecewaan warganet yang dimuntahkan di media sosial yakni promo Flash Sale ditutup sebelum waktunya, dan beberapa pengguna yang telah memesan produk pada Flash Sale tapi begitu akan membayar harga produk yang dipesan kembali ke harga normal bukan harga promo. 

img_title 4 E-Commerce Ini Bakal Resmi Pungut Pajak Mulai 1 November 2026, Shopee hingga Blibli

Alhasil, warganet teriak di Twitter dan media sosial lainnya. Mereka merasa menjadi korban Pemberi Harapan Palsu (PHP) dari program Tokopedia tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Eksekutif Tokopedia, William Tanuwidjaya mengakui keluhan yang dirasakan pengguna merupakan dampak dari euforia Flash Sale. Warganet membanjiri Tokopedia berharap bisa mendapatkan barang incaran dengan harga sangat miring. 

img_title Perlebar Peluang bagi Brand Lokal, Discovery Commerce Dongkrak Nilai Transaksi Fesyen hingga 70 Persen

"Jadi pada jam Flash Sale serba 25 ribu tadi, diserbu jutaan pelanggan secara bersamaan, jadi memang sempat beberapa kali sulit diakses oleh pengunjung. Trafik benar-benar pecah," ujar bos Tokopedia itu kepada VIVA, Jumat 25 Mei 2018. 

Soal Flash Sale yang ditutup sebelum waktunya, William mengatakan, sebab jumlah produk dalam promo Tokopedia terbatas. William mengungkapkan jumlah produk yang masuk dalam Flash Sale ada yang jumlahnya ribuan, ratusan dan cuma puluhan. Jadi begitu produk promo ludes terbeli, maka sistem promo otomatis berakhir. 

img_title Seratusan Produk UMKM Lokal Program Pilihan Busan Dipasarkan di Tokopedia-TikTok Shop

"Begitu habis semuanya, diumumkan jam Flash Sale berikutnya. Jadi bukan ditutup sebelum waktunya, tapi kalau sudah habis memang tidak ada yang bisa dibeli, jadi diinformasikan jam dan item Flash Sale berikutnya," jelas pengusaha teknologi jebolan Universitas Bina Nusantara itu. 

Sama halnya dengan keluhan pelanggan beli produk promo tapi bayar harga normal. Kondisi ini terjadi lantaran keterbatasan stok produk promo, sementara banyak pengguna yang saling berebut menjadi yang terdahulu membeli produk promo tersebut. 

"Itu karena stok Flash Sale habis. Dalam satu detik bisa ada ribuan orang di tempat berbeda yang ingin mengambil barang yang sama. Jadi memang siapa cepat dia dapat," ujarnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Flash Sale Tokopedia

Dia mengatakan, pengguna yang belum bisa mendapatkan produk incaran di Tokopedia untuk tak larut kecewa. Sebab Tokopedia menyiapkan promo program lainnya bagi pengguna yang tak kebagian Flash Sale. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut