Cryptojacking Hantui Ponsel Pintar, Peringatan untuk Pengguna Android

Ilustrasi hacker.
Sumber :

VIVA – Peringatan untuk pengguna Android. Apabila ponsel pintar mulai lelet disertai daya baterai yang cepat habis, maka smartphone Anda mengalami gejala cryptojacking.

img_title Cek HP Android Kamu Sekarang kalau Tidak Mau Jadi 'Sampah'

Ini adalah serangan siber dengan teknik menambang kripto yang memanfaatkan sumber daya orang lain secara diam-diam. Jenis serangan siber ini perlahan mulai bergeser dari ransomware ke cryptojacking.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pelaku penyebar cryptojacking, atau biasa disebut cryptojackers, menggunakan metode ini untuk menyerang Android dengan tujuan meraup untung.

img_title Kiamat WhatsApp Dimulai Hari Ini 8 September 2026: HP Android Jadul akan Mati Total

Mengutip situs Business Insider, Senin, 3 September 2018, menambang mata uang digital atau cryptocurrencies pada dasarnya hanya melakukan transaksi secara digital.

Namun, perbedaannya ada pada penyelesaian masalah menggunakan perangkat keras atau hardware sebagai imbalannya. Para hacker atau penjahat dunia maya ini telah menemukan cara paling murah untuk menambang, yaitu membajak Android.

img_title Penuhi Kebutuhan Pasar, NexAI Fokus Penuh Jadi Penyedia Infrastruktur Digital

Satu smartphone saja tidak memiliki kekuatan untuk proses penambangan. Beda halnya jika menggunakan banyak smartphone dan digunakan secara bersamaan.

Dengan ide ini maka cryptojackers semakin merajalela, bahkan hingga saat ini. Untuk proses, hacker memancing korban untuk download aplikasi yang tampaknya tidak berbahaya, namun sebenarnya, akan menjadi malware tambang pada perangkat korban.

Tips hindari cryptojacking

Daftar aplikasi yang menyembunyikan penambang malware pun semakin bertambah. Salah satunya adalah Bug Smasher tapi telah dihapus pada Januari tahun ini.

Alasan Android lebih rentan terkena cryptojacking, karena iOS melatih lebih ketat aplikasi yang diizinkan dan berada di App Store. Pada Juni lalu, Apple menambahkan pedoman pelarangan penggunaan perangkat untuk tambang kripto.

Kabarnya Google juga mulai melarang penggunaan perangkat untuk aktivitas tambang. Para ahli keamanan siber mengingatkan untuk hanya install aplikasi yang berasal dari official platform yaitu Google Playstore maupun App Store dari Apple.

Hindari download aplikasi dari sumber yang tidak jelas. Lihat juga banyaknya download dan review oleh pengguna aplikasi untuk meyakinkan aplikasi tersebut adalah asli atau official.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, untuk menghindari terkena malware, pastikan bahwa sistem operasi dan aplikasi selalu update pada versi terbaru.

Terakhir, jangan berikan izin uang tidak perlu pada penggunaan aplikasi. Bisa juga untuk menggunakan antivirus agar perangkat lebih aman.

Ilustrasi kolase HP Android, iPhone dan WhatsApp.

Daftar HP Android yang Enggak Diterima WhatsApp, iPhone Sebentar Lagi

WhatsApp hanya akan mendukung perangkat yang menjalankan sistem operasi Android 6.0 atau versi yang lebih baru, serta iOS 15.1 atau lebih baru untuk iPhone.

img_title
VIVA.co.id
8 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut