Kominfo: Konten Pornografi Berkembang Jadi Pornoaksi, Pelaku Anak SD

Ilustrasi pornografi.
Sumber :
  • REUTERS/Stoyan Nenov

VIVA – Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, menegaskan saat ini konten pornografi berpotensi berkembang menjadi pornoaksi. Menurutnya, pelaku pornoaksi datang dari kalangan anak-anak sekolah dasar.

img_title Pemerintah Tegaskan Belum Ada Negara Tetangga yang Protes soal Asap Karhutla

"Sudah masuk ke anak-anak SD. Penyebaran konten pornografi melalui private messaging. Ini jadi tantangan kita semua," kata Semuel, seperti dikutip dari situs Kominfo, Rabu, 12 September 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengaku bagaimana pun juga penggunaan internet dan seluruh aplikasinya menjadi hak setiap warga negara, dan pemerintah tidak bisa begitu saja melakukan intervensi.

img_title Bentrokan Perguruan Silat di Tulungagung Pecah, Remaja 17 Tahun Dibacok dan Motor Dibakar

Oleh karena itu, Semuel mengajak seluruh masyarakat untuk bekerja sama dalam memberantas penyebaran konten pornografi. Selain itu, Semuel menyebut konsumsi konten pornografi sangat berbahaya bagi perkembangan otak, terutama untuk remaja.

Menurutnya, pada otak bagian depan sebagai pusat dari pengambil keputusan atau decision making, terjadi perusakan sel pada otak remaja yang adiksi terhadap konten porno.

img_title 10 Game Legendaris yang Masih Bertahan hingga 2026, Nostalgia Gamer Usia 30 hingga 40 Tahun

"Pada lapisan terluar otak atau yang disebut dengan ‘materi abu-abu’ akan semakin menipis pada remaja yang adiksi terhadap konten porno,” kata Semuel.

Untuk mengurangi peredaran konten pornografi, pihaknya melakukan penapisan dan menemukan lebih satu juta website yang mempromosikan konten pornografi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, lanjut Semuel, sejak Agustus 2018 Kominfo menerapkan metode "Forced Save Search Engine" untuk membuat pencarian hal-hal berbau porno di internet menjadi tidak berjalan.

Meski demikian, ia menegaskan tidak akan menutup konten-konten berbau kesehatan karena pendidikan seks juga penting untuk disosialisasikan. "Yang kami fokuskan adalah menutup konten-konten berbau porno,” ungkap Semuel.

Penampakan Desa Adat Sade Ludes Terbakar

Usai Ludes Terbakar, Pemerintah Siapkan Pemulihan Desa Adat Sade dalam 4 Tahap

Pemerintah menyiapkan rencana pemulihan kawasan permukiman tradisional Suku Sasak di Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat usai dilanda kebakaran.

img_title
VIVA.co.id
24 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut