Viral Paket COD dari China, Begini yang Sebenarnya Terjadi

Paket dengan kode COD dari China
Sumber :
  • Twitter/@PoldaJogja

VIVA – Belakangan ini beredar dan viral di media sosial paket yang dikirim ke rumah dan toko dengan kode COD dari China.

img_title Nama Asli Betrand Peto, Inisial ATT yang Dilaporkan Atas Dugaan Kekerasan Seksual

Dalam pesan viral soal COD dari China tersebut, apabila penerima sesuai alamat pada paket merasa tidak pernah memesan produk yang dimaksud, maka petugas pengiriman akan meminta KTP untuk difoto dan dilaporkan ke China. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Paket kiriman ini menimbulkan keresahan di masyarakat. Akun Twitter Polda DI Yogyakarta mengunggah contoh kiriman paket COD dari China. Dalam postingannya, akun tersebut menegaskan memang pengiriman paket COD belum ditemukan merupakan transaksi narkoba. Namun demikian, masyarakat diminta untuk teliti dan waspada saat menerima paket. 

img_title Bank BSN Lakukan Ini, Genjot Penetrasi Merchant di Kota Kembang

Belakangan kode COD dari paket ini merupakan jenis layanan pengiriman paket dari J&T Express. 

"Terkait viral foto yang beredar memang merupakan paket dengan pengiriman J&T Express dengan sistem COD, tetapi memang isi paket tersebut bukanlah obat-obatan terlarang ataupun kategori dangerous goods," jelas perwakilan J&T Express, Elena dalam keterangannya kepada VIVA, Selasa 18 September 2018. 

img_title Tertinggi Sepanjang 2026, Kalog Express Kirim Lebih dari 8.000 Ton Barang pada Agustus

J&T Express menegaskan, dalam layanan pengiriman paket mereka memang terdapat jenis sistem Cash on Delivery alias COD. 

COD merupakan sistem yang membuat kenyamanan antara pengirim dan penerima paket. Dia menjelaskan, dalam praktik transaksi jual beli barang, kadang terdapat kasus ketidaksesuaian antara penjual dan pembeli. Makanya J&T Express Sistem COD memungkinkan prosedur refund bila barang tak sesuai dengan permintaan pembeli. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sistem COD ini kami ada prosedur refund apabila barangnya tidak sesuai dengan penerima. Prosedur ini memerlukan foto KTP penerima sebagai klarifikasi kepada pihak terkait. Tapi ini juga tidak dipaksakan bila penerima menolak prosedur tersebut," jelasnya. 

Dia mengungkapkan, J&T Express telah mendalami viralnya foto di media sosial tersebut dan menginvestigasi temuan tersebut. Dari penyelidikan, foto yang viral tak ada kaitannya dengan kabar yang beredar paket COD dari China itu berisi obat terlarang atau modus penipuan. Menurutnya, foto yang beredar hanya dikaitkan dengan beberapa isu yang tidak ada hubungannya dengan hal terkait. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut