Mengenal Sesar Kambing di Balik Gempa Situbondo

Ilustrasi peta lokasi gempa
Sumber :
  • Twitter.com/infobmkg

VIVA – Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Jawa Timur dan Bali pada Kamis 11 Oktober 2018 pukul 01.44 WIB. 

img_title BNPB: Gempa Situbondo Tak Ada Kaitannya dengan Palu

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melaporkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,47 Lintang Selatan dan 114,43 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dewan Penasihat Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Rovicky Dwi Putrohari memperkirakan penyebab gempa tersebut karena adanya dinamika pada Sesar Kambing. 

img_title Penampakan Rumah-rumah Rusak di Pulau Sapudi karena Gempa

Episenter Gempa Situbondo terjadi pada bentangan sesar yang melewati Pulau Kambing tersebut. Rovicky menjelaskan, sesar ini melalui Pulau Kambing dan diperkirakan mengangkat Pulau Kambing sehingga muncul ke permukaan. 

"Sesar ini sebenarnya sudah terbentuk sejak 5 juta tahun lalu atau malah lebih tua," tulis Rovicky dalam tulisan Dongeng Geologi dikutip Kamis 11 Oktober 2018. 

img_title Sudah 14 Gempa Susulan di Situbondo

Dia mengungkapkan, profil geologi area sesar di Jawa Timur dan Sesar Pulau Kambing pernah dilakukan oleh penelitian yang dipimpin oleh Awang Satyanan dan timnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya sesar naik (backthrust). 

Sesar Kambing diperkirakan juga akibat adanya zona Rembang Madura Kangean Sakala (RMKS). Zona ini merupakan sesar mendarat yang cukup lebar dan memanjang dari utara Jawa Timur hingga memotong Pulau Madura sampai ke Sakala di sebelah utara Kangean. 

"Panjangnya (zona) 300 kilometer. Sesar Kambing ini memang satu genesa, artinya terbentuknya dalam satu kesatuan dengan zona RMKS. Boleh dibilang ini ‘cabang’ dari RMKS,” jelasnya.

Peta Sesar Kambing

Rovicky menuturkan, Sesar Kambing memang membentang di lautan dari timur ke barat sebelah selatan Pulau Madura. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk energi gempa dari sesar ini, dia mengatakan tergantung dari magnitudo gempanya. 

"Kalau akibat besaran goyangannya tergantung kedalaman pusat gempa, dan jelas gempa darat akan lebih mempengaruhi yg dipermukaan. Sedangkan kalau ada dislokasi (pecahan yang naik atau turun) berada di laut akan menyebabkan tsunami," jelasnya.

Ilustrasi gempa Situbondo

Jatim Diguncang 633 Gempa Selama 2018: Paling Banyak Bulan Juli

Tetapi gempa paling parah atau merusak pada 11 Oktober di Situbondo.

img_title
VIVA.co.id
2 Januari 2019
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut