Apa yang Terjadi Jika Bumi Berputar ke Arah Berlawanan?

Ilustrasi Bumi dan Bulan.
Sumber :
  • www.pixabay.com/flflflflfl

VIVA – Selama miliaran tahun, Bumi diyakini memiliki arah rotasi yang sama dengan matahari, barat ke timur. Sebab itulah kita menyaksikan matahari terbit dari timur dan terbenam di barat, setiap hari. Namun, apakah yang akan terjadi jika putaran Bumi mengarah sebaliknya?

img_title Perluas Pasar Gas Bumi, PGN Beberkan Strategi Komersial Dongkrak Permintaan Berkelanjutan

Untuk menjawab pertanyaan itu, ilmuwan di Uni Geosciences Eropa pada Majelis Umum 2018 di Austria mencoba melakukan simulasi komputer. Praktik itu mereka langsungkan pada April lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam laman Live Science dijelaskan, berdasarkan simulasi tersebut, jika Bumi berotasi ke arah yang berlawanan, maka Amerika Utara akan diselimuti oleh gurun. Lalu Amerika Selatan yang memiliki hutan hujan Amazon, akan tergantikan oleh gundukan pasir kering. Sedangkan di daratan Afrika hingga Timur Tengah, akan tersaji pemandangan dengan tumbuhan-tumbuhan hijau yang subur.  

img_title BMKG: Gempa Magnitudo 6,4 di Simalungun Tidak Berpotensi Tsunami

Simulasi tersebut juga tak hanya menunjukkan gurun yang akan menghilang di sebagian benua dan muncul di tempat lain, musim dingin yang membeku akan pula melanda Eropa Barat.

Selama orbit Bumi sepanjang tahun mengitari matahari, planet kita menyelesaikan rotasi penuh pada sumbunya, setiap 24 jam, berputar dengan kecepatan sekitar 1.040 mph (1.670 km/jam) yang diukur pada khatulistiwa.

img_title BNPB: Total Korban Jiwa Gempa Bumi M 7,7 Capai 47 Orang hingga Sabtu Malam

Arah rotasi Bumi yang normal disebut prograde, atau barat ke timur, yang berlawanan dengan jarum jam ketika dilihat dari atas Kutub Utara. Dan, itu umum untuk semua planet di tata surya kita kecuali Venus dan Uranus, menurut NASA.

Jika Bumi berputar ke arah sebaliknya, maka itu disebut retrograde. Para ilmuwan menggunakan Model Sistem Bumi Max Planck untuk membalikkan jalur rotasi matahari, yang artinya juga membalik rotasi Bumi, sekaligus membalikkan efek Coriolis.

Efek Coriolis adalah kekuatan tak terlihat yang mendorong benda-benda yang bergerak di atas permukaan planet yang berputar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah perubahan itu terjadi, dan model simulasi menunjukkan Bumi berputar ke arah yang berlawanan, para peneliti mengamati perubahan yang muncul dalam sistem iklim selama beberapa ribu tahun.

Secara keseluruhan, para peneliti menemukan bahwa Bumi yang berputar ke belakang adalah Bumi yang lebih hijau. Cakupan gurun global menyusut dari sekitar 16 juta mil persegi menjadi sekitar 12 juta mil persegi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut