Apple dan Qualcomm Ribut Gara-gara Duit Royalti

Gedung Qualcomm.
Sumber :

VIVA – Dua raksasa teknologi Amerika Serikat, Apple dan Qualcomm, 'berperang' di Pengadilan Federal San Diego. Keduanya memperebutkan royalti, lantaran Apple tidak membayarnya ke Qualcomm.

img_title CPU Gaming 2026 Bukan Cuma Soal GHz, Cache Prosesor Bisa Membuat Perbedaan

Dilansir dari Phone Arena, Senin, 29 Oktober 2018, Qualcomm mengklaim Apple berutang kepada mereka sebesar US$7 miliar atau sekitar Rp106 triliun untuk pembayaran royalti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sedangkan, Apple menuduh desainer chipset itu gagal untuk membuat lisensi standar hak patennya dengan adil, wajar, serta tidak diskriminasi. Standar tersebut, menurut Apple, adalah sesuatu yang umum dalam industri.

img_title 5 Kekurangan PlayStation 5 yang Perlu Dipertimbangkan Gamer Sebelum Membeli di Tahun Ini

"Semuanya merupakan paten yang harus dijalan untuk memenuhi standar industri," demikian keterangan dari Apple. Bukan hanya itu, perusahaan yang dipimpin oleh Tim Cook ini juga membantah tuduhan Qualcomm bahwa mereka belum membayar royalti.

Mereka juga mengklaim bahwa royalti ditagih dua kali untuk paten yang sama. Apple mengatakan bahwa Qualcomm menagihnya karena menggunakan chip atau prosesor di dalam model iPhone beberapa tahun lalu.

img_title Dorong Ekonomi Sirkular yang Inklusif, Pemerintah Gandeng Industri, Koperasi, hingga Pelaku Informal

"Dan, kami lagi-lagi melalui royalti paten," jelas Apple. Akibat dari masalah ini, Apple dan Qualcomm masih berperang. Apple kemudian memakai prosesor milik Intel sebagai alasan untuk beralih dari chipset milik Qualcomm.

Ilustrasi bisnis.

Transformasi IT Berbasis AI Jadi Solusi Perusahaan RI Menuju Autonomous Enterprise

Transformasi teknologi kini sangat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional, mengintegrasikan sistem, dan mengoptimalkan kinerja bisnis.

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut