Berkenalan dengan Hastu Wijayasri, Developer Tunarungu

Hastu Wijayasri.
Sumber :
  • Dok. VIVA/ Alika

Tantangan lainnya, dari segi penerimaan materi. Sebagai tunarungu, Hastu memiliki pola komunikasi tersendiri. Namun, dalam tim yang salah satunya ada Tesya, mereka bisa berkomunikasi dengan membaca bibir, bahasa isyarat, dan melihat kalimat di Notepad.

img_title Ledakan AI dan Cloud Computing Membawa Peluang Baru Bagi Data Center

Kini Hastu dapat membangun splash screen, mengubah warna dan font di Android Studio, serta berhubungan dengan pengaturan xml. Ia juga sedang mengikuti beasiswa Android Academy dari Dicoding untuk kelas MADE (Menjadi Ahli Pengembang Android).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena bakatnya di bidang teknologi, Hastu berkesempatan dikirim ke California untuk mengikuti kursus singkat dari Google. Baik Hastu maupun Tesya, keduanya tergabung dalam program pelatihan developer - Developer Student Clubs- yang diselenggarakan oleh Google Indonesia.

img_title Intip Masa Depan Radio Tanah Air di Era Digital

Ditanya mengenai cita-cita dan harapan di masa depan, Hastu mengatakan ingin menjadi wirausaha atau developer agar dapat membantu difabel lain.

"Aku ingin menjadi entrepeneur karena ingin membantu orang-orang difabel untuk bekerja. Sekarang aku punya cita-cita baru menjadi developer jadi agar bisa membantu orang lain. Aku tak ingin ada anak-anak difabel yang menganggur," katanya.

img_title Ketika AI Menjadi Teman Curhat Digital, Mengapa Sebagian Orang Merasa Lebih Nyaman Berbicara dengan Mesin?
Ilustrasi AI

AI Generasi Berikutnya Mulai Berubah, Ada Perkembangan Teknologi yang Jarang Dibahas

Perkembangan kecerdasan buatan tidak lagi hanya soal chatbot yang semakin pintar. Teknologi AI mulai bergerak menuju sistem yang mampu menjalankan tugas secara mandiri.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut