Tak Ada Satu pun Negara di Dunia yang Bebas Hoax

Hoax.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

VIVA – Maraknya berita palsu atau hoax saat ini di media sosial dinilai tidak bisa ditangkal oleh teknologi apapun. Bahkan, negara maju bidang teknologi seperti Amerika Serikat dan Eropa sekalipun.

img_title Minecraft Sudah Punya Dimensi Baru The Sift, Ada Dunia dan Tantangan yang Berbeda

"Sampai sekarang, teknologi untuk memfilter hoax belum ada di dunia. Amerika dan Eropa saja punya masalah soal hoax," kata Chairman Communication and Information System Security Research Center (CISSReC), Pratama Persadha kepada VIVA, Senin 7 Januari 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada satu negara pun di dunia yang benar-benar bisa lepas dari hoax di dunia maya. Apalagi, Indonesia yang saat ini memiliki lebih dari 440 penyedia jasa internet (internet service provider/ISP) diklaim sulit melakukan kontrol real-time content filtering.

img_title Siswa Diajak Gunakan AI dan Data untuk Solusi Lingkungan Berbasis STEAM

Selain itu, lanjut Pratama, dengan kecepatan maksimal ISP hingga 800 GBps, maka menjadi mustahil untuk memeriksa satu-persatu konten yang beredar.

"Prinsipnya, harus dapat laporan dulu. Mana saja yang bad IP atau bad URL. Tidak bisa langsung blokir dari awal, apalagi secara real-time," jelasnya.

img_title Teknologi Mulai Ambil Alih Pekerjaan Harian

Mengenai keberadaan mesin sensor internet atau Ais milik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Pratama menuturkan bahwa mesin tersebut hanya digunakan untuk crawling, yang kemudian dibuatkan daftar hoax untuk dipublikasi setiap bulannya.

"Crawling hanya mengumpulkan berita. Nanti, ada tim dari mereka (Kominfo) lagi yang mengklasifikasi berita tersebut hoax atau bukan," ungkap Pratama.

Ia pun mengingatkan bahwa untuk menangani masalah hoax di media sosial, pemerintah harus memiliki bargaining power yang kuat kepada perusahaan-perusahaan OTT seperti Facebook dan Intagram serta Twitter, agar mereka tunduk dan ikut memberantas hoax di platform-nya masing-masing.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Contohnya Inggris, yang menerapkan denda untuk Facebook sebesar 500 ribu poundsterling setiap ada berita hoax di platform mereka," tegas dia.

Pratama menyebut benteng utama untuk mendeteksi hoax ada di tangan Kominfo dengan dukungan Badan Siber dan Sandi Negara, Cybercrime Polri, dan institusi-institusi pemerintah lainnya. (asp)

Minecraft.

Minecraft Vanilla Terlihat Sederhana, tetapi Sistem Dunia, Mob, Redstone hingga Eksplorasinya Sangat Dalam

Minecraft sering kali terlihat seperti game sederhana. Dunia berbentuk kotak, karakter membawa kapak dan beliung, sementara pemain bisa membangun rumah dari balok kayu.

img_title
VIVA.co.id
3 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut