Gamification Mulai Dimanfaatkan Perusahaan untuk Merekrut Karyawan

Salah satunya, sambut pagi hari dengan senyuman.
Sumber :
  • Pixabay/FirmBee

VIVA – Studio pengembang game lokal, Agate, memiliki lini bisnis bernama Agate Level Up yang fokus dalam pengembangan gamification bagi korporasi. Chief Marketing Officer Agate, Shieny Aprilia mengatakan, lini bisnisnya menyediakan pelatihan, penilaian, dan pemasaran yang berbasis gamification.

img_title Uang Afiliator Vilmei Dikuras Rp1,28 M, Polisi Bongkar Modus Koin hingga Gift TikTok

Gamification adalah bagaimana sistem yang dibentuk memiliki unsur game di dalam elemen non-game. Shieny juga menjelaskan bagaimana sistem ini akan membuat pengguna atau user termotivasi untuk melakukan suatu hal, seperti merekrut karyawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu fungsi yang bisa digunakan dari sistem ini memberikan tes psikotes kepada calon karyawan. Namun, formatnya saja yang berbeda karena lewat game.

img_title Pengakuan Karyawan Vilmei Soal Uang Rp1,2 M Dipakai Judol hingga Mabuk, Begini Kata Polisi

"Contoh perusahaan yang sudah menggunakan sistem ini PT Astra International Tbk. Mereka sudah menerapkannya lebih dari empat tahun untuk menilai calon karyawannya sebelum benar-benar diterima," ungkap Shieny di Jakarta, Rabu, 30 Januari 2019.

Bukan itu saja. Agate Live Up akan membaca seberapa gigihnya user ketika mereka gagal. Terlihat sederhana namun perusahaan bisa mendapatkan kesan mendalam mengenai sifat calon karyawan.

img_title Masuk Usia 40 Tahun dan Mulai Bosan Jadi Karyawan? Ini 7 Bisnis yang Layak Dicoba untuk Tambah Penghasilan

Shieny menambahkan gamification sudah banyak digunakan untuk berbagai industri di luar negeri. Sedangkan, untuk pengadopsian di Indonesia masih minim. Ia mengaku butuh waktu sekitar lima tahun lagi untuk gamification mendapatkan pasar yang lebih luas.

"Saat ini implementasi solusi gamification sudah menjangkau 150 perusahaan. Jangkauannya juga bukan di Indonesia tapi sudah merambah ke Singapura, Malaysia dan Amerika Serikat," ujarnya.

Seleb TikTok Vilmei

Eks Karyawan Vilmei Akui Dapat Rp600 Juta, Uangnya Dipakai Bayar Kos hingga Beli Kosmetik

Mantan karyawan Vilmei, yakni Zahra Khairunnissa mengaku menerima dan menggunakan sekitar Rp600 juta dari dana milik Vilmei yang diduga dikuras olehnya.

img_title
VIVA.co.id
5 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut