Tokopedia: Tidak Ada Kebocoran Data Pengguna

Pengunjung beraktivitas di Tokopedia Center yang telah resmi dibuka di Palu, Sulawesi Tengah
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

VIVA – Tokopedia mengaku tak menemukan adanya kebocoran atau pembobolan data penggunanya. Startup unicorn Indonesia itu menegaskan data yang tersebar merupakan data penjual yang memang dipublikasikan. 

img_title Perlebar Peluang bagi Brand Lokal, Discovery Commerce Dongkrak Nilai Transaksi Fesyen hingga 70 Persen

"Tokopedia tidak menemukan adanya kebocoran atau pembobolan data oleh pihak ketiga terhadap data rahasia pengguna kami. Data yang ditampilkan di situs terkait adalah data penjual yang memang mempublikasikan email, nomor HP dan alamat di laman tokonya untuk lebih mudah berkomunikasi dengan calon pembeli," kata Vice President of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak, dalam keterangannya, Jumat 22 Februari 2019. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia juga mengatakan informasi publik yang berkaitan telah dinonaktifkan. Ini sebagai langkah pencegahan penyalahgunaan data. 

img_title Seratusan Produk UMKM Lokal Program Pilihan Busan Dipasarkan di Tokopedia-TikTok Shop

Nuraini menyatakan kerahasiaan dan keamanan data pribadi pengguna merupakan salah satu yang diprioritaskan perusahaan. 

"Bisnis Tokopedia adalah bisnis reputasi dan kepercayaan. Oleh karena itu, kerahasiaan dan keamanan data pribadi pengguna merupakan salah satu prioritas utama dalam bisnis Tokopedia," ujarnya. 

img_title Usung 'Pilihan Busan', Mendag Budi Kurasi Langsung Produk Lokal Berkualitas di Tokopedia dan TikTok Shop

Sebelumnya di Twitter ditemukan tangkapan layar dari empat juta daftar data pengguna Tokopedia dijual di laman Selly.gg. 

Data yang dimaksudkan adalah nama, nomor ponsel, email, dan alamat pengguna. Adapula penawaran penjualan data nomor ponsel saja. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada screenshot tertulis dalam bahasa Inggris yang berbunyi 'Kami menjual data Tokopedia berbasis email pelanggan'. Selly.gg merupakan platform penjualan produk digital.

Atas berkembangnya informasi ini, sejumlah warganet yang diduga pengguna Tokopedia menyuarakan keresahannya dalam akun Twitter mereka. (ali)

Ilustrasi penjualan online.

4 E-Commerce Ini Bakal Resmi Pungut Pajak Mulai 1 November 2026, Shopee hingga Blibli

Deretan e-commerce ini seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Blibli dijadwalkan mulai memungut PPh pedagang online pada 1 November 2026. Simak tarif dan pengecualiannya.

img_title
VIVA.co.id
10 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut