Kubu 01 Vs 02, Siapa Lebih Militan?
- Facebook/Ismail Fahmi
"Kurang mendapat interaksi tinggi sehingga polanya kurang padat. Jumlah akun yang turut terlibat menggunakan kata ’militan’ ini juga lebih sedikit," tulisnya.Â
Bicara soal top influencer yang bercakap dengan kata kunci militan, dari 27 top influncer kedua kubu yang dicatat Drone Emprit didominasi oleh kubu 02.
Ismail mengatakan influncer andalan kubu 02 membuat percakapan bernarasi memanggil pendukungnya dengan istilah 'pendukung militan atau 'pejuang militan'.Â
Tak mau kalah kubu 02 juga menggunakan kata kunci 'militan' namun tidak tunggal, beragam tujuan. Misalnya untuk penyebutan 'perangkat desa militan' dan 'militan @jokowi'.
Militansi kedua kubu di media sosial dan online itu, menurut Ismail, terwujud pada aksi di dunia nyata. Dari foto dan rekaman di media sosial bisa dilihat, bagaimana sambutan kunjungan capres cawapres kedua kubu juga melibatkan massa besar. Selain itu bisa dilihat dari munculnya ragam meme dan spanduk dukungan masyakarat ke masing-masing pasangan capres dan cawapres. Pendukung rela menggunakan sumber daya mereka sendiri untuk menyatakan dukungannya pada calon andalan mereka.
Berdasarkan data peta analisis percakapan Drone Emprit atas kata kunci 'militan', Ismail mengatakan istilah 'militan' dalam Pilpres kali ini sudah terasosiasi dengan pendukung kubu 02.Â
"Panggilan 'pendukung militan' dan 'pasukan militan' sering mereka gunakan sehari-hari untuk mengajak dan menyemangati pasukan. Istilah 'militan' sudah menjadi bagian dari nafas mereka," tulis Ismail.Â
Untuk kubu 01 yang tidak begitu gencar memakai kata kunci militan tersebut, menurut Ismail, bukan berarti pendukung kubu 01 tidak militan.Â
"Mereka di lapangan mungkin tetap militan, dan itu tak tertangkap dalam data Drone Emprit karena jarangnya kata itu mereka gunakan," ujarnya.