Hati-hati, Penipuan Online Berkedok Avengers: Endgame
VIVA – Sudah jadi rahasia umum, setiap film yang pernah tayang di bioskop akan tersedia juga di platform streaming. Namun ada jarak waktu antara rilis film resmi dengan kemunculannya di layanan online.
Rilis digital dapat memakan waktu berbulan-bulan dan semakin baik kinerja film di bioskop, semakin lama penundaannya. Tentu saja, karena studio menghasilkan lebih banyak uang di bioskop daripada di gadget, yang bisa ditonton secara gratis di rumah.
Namun demikian, banyak orang mulai mencari blockbuster online yang baru, segera setelah film tersebut rilis, atau bahkan sebelumnya. Layanan video yang sah tentunya tidak akan menyediakannya. Akan tetapi para scammer mampu melakukannya.
Lebih tepatnya, para scammer ini dapat mencoba meyakinkan Anda bahwa mereka akan menyediakan film yang Anda cari. Contoh terkini adalah skema penipuan terkait film Avengers yang baru saja dirilis dan sangat populer, yakni Avengers: Endgame.
Perusahaan keamanan siber, Kaspersky, menyarankan agar pengguna internet tidak mudah terpengaruh terhadap tipuan berkedok streaming Avengers: Endgame. Disampaikan dalam keterangan, Jumat, 3 Mei 2019, aksi phising tersebut mencakup situs web yang menjanjikan pengguna agar mengunduh atau melihat Avengers: Endgame secara online. Phising adalah suatu metode untuk melakukan penipuan dengan mengelabui target dan bermaksud mencuri akunnya.
Menurut Kaspersky, aktivitas streaming sebenarnya dimulai tanpa insiden. Di awal, seolah-olah tak adanya mencurigakan. Namun ancaman berbahaya akan datang setelah itu dimulai, yaitu sebuah pesan muncul untuk meminta pengguna membuat akun.
Mendaftar untuk membuat sebuah akun tidak akan dipungut biaya, namun pengguna harus memberikan alamat email dan membuat kata sandi.
Kemudian, setelah mengklik ‘Lanjutkan’, pengguna akan mengetahui bahwa itu saja tidak cukup. Akun harus divalidasi. Untuk itu diperlukan informasi tagihan pengguna dan detail kartu kredit termasuk kode CVC yang tercetak di bagian belakang kartu.
Situs web menjanjikan informasi hanya akan digunakan untuk memastikan bahwa pengguna berasal dari negara di mana situs web tersebut "berlisensi untuk mendistribusikan" konten. Tertulis pula di situ bahwa pengguna tidak akan dikenai biaya apa pun.