Google Haramkan Ganja di PlayStore

Ilustrasi ganja.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

VIVA – Raksasa teknologi Amerika Serikat, Google, resmi melarang aplikasi jual beli ganja berada di layanan PlayStore.

img_title Pulung Agustanto: Anak Muda Menganggur Jadi Korban Kebijakan yang Salah

Google memberi tenggat waktu sampai 30 hari kepada para pengembang aplikasi tersebut agar mematuhi kebijakan barunya itu terhitung sejak Kamis, 30 Mei kemarin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami tidak mengizinkan aplikasi yang memfasilitasi penjualan ganja atau produk ganja, terlepas dari sisi legalitasnya," demikian keterangan resmi Google, seperti dikutip dari situs Ubergizmo, Jumat, 31 Mei 2019.

img_title HP Bekas Resmi vs Ex-Inter, Mana yang Lebih Aman untuk Dipakai Bertahun-Tahun?

Tak pelak, para pengembang aplikasi fasilitas jual beli ganja mengaku kecewa dengan kebijakan terbaru Google. Mereka mengaku khawatir langkah tersebut justru akan membantu pasar ilegal berkembang.

"Keputusan Google adalah perkembangan yang mengecewakan yang hanya membantu pasar ilegal berkembang. Tapi kami tetap yakin bahwa Google, Apple, dan Facebook pada akhirnya akan melakukan hal yang benar," kata juru bicara Eaze, salah satu aplikasi jual beli ganja.

img_title Harga Komponen PC Makin Mahal, Mana yang Lebih Untung Bangun Sendiri atau Beli Jadi di 2026?

Logo google.

Kendati demikian, banyak yang berspekulasi bahwa Google hanya mencoba untuk membuat konten yang lebih ramah bagi anak-anak dan keluarga di PlayStore.

Namun, hal ini justru dianggap membuat berkas paket aplikasi atau Application Package File (APF) tersebut menjadi sulit diakses oleh para pengguna yang ingin membeli ganja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagaimana diketahui, meski beberapa negara sudah melegalkan penanaman dan peredaran ganja, namun perlu waktu bagi Google untuk sepenuhnya mendukung kehadiran aplikasi yang memudahkan jual beli tanaman ini.

"Beberapa tahun yang lalu, Amerika resmi melegalkan ganja di luar penggunaan obat-obatan. Jadi, masyarakat dapat dengan bebas memiliki dan memperjualbelikannya," ungkap juru bicara Eaze.

Polusi udara Jakarta. (Foto ilustrasi)

Atasi Polusi Udara, Mahasiswa Tawarkan Solusi Kebijakan melalui Clean Air Policy Competition

Program Biru Voice & gelaran kompetisi "Clean Air for All: Advancing Urban Sustainability Solutions” Bicara Udara, berupaya membentuk generasi muda peduli kualitas udara.

img_title
VIVA.co.id
4 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut