Hi, Tech Conference 2019 Hadirkan Insight Teknologi Terbaru
VIVA – Hi,Tech Conference 2019 telah selesai diselenggarakan. Konferensi ini diselenggarakan pada Sabtu, 30 November 2019 di Kartika Expo, Balai Kartini Jakarta. Mengusung tema “Will Every Company Become Tech Company?”, konferensi ini berhasil menghadirkan seribu peserta dari berbagai industri.
Adapun para pembicara yang hadir dalam konferensi teknologi ini adalah Leo Johnson (Head of PwC’s Disruption practice), Azran Osman Rani (Former CEO - Iflix & Air Asia X), Abhijit Sengupta (Director Product Portfolio Operations for Southeast Asia- HERE Technologies), Adrianto Djokosoetono (Director - Blue bird Group), Vidjongtius (President Director - PT Kalbe Farma), Revie Sylviana (Head of Entertainment Partnership Maritime SEA - Facebook), Dwi Adriansyah (Country Industry Head, Indonesia Twitter), Andy F. Noya (Founder benihbaik.com),
Seperti yang diungkapkan oleh Adrianto Djokosoetono, Director of Bluebird dan Vidjongtius, President Director of Kalbe Farma, setiap perusahaan harus melek teknologi dan digitalisasi walaupun bukan berasal dari perusahaan teknologi.
“Jangan sampai tidak dapat berkembang dan enggan menggunakan teknologi. Tetapi juga kita perlu waspada terhadap data, karena data hanya menampilkan apa yang terjadi saat ini,” jelasnya.
Ataupun seperti yang diungkapkan Azran Osman Rani (Former CEO - Iflix & Air Asia X) bahwa pikiran manusia dan imajinasilah kunci untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.
Sementara itu menurut Leo Johnson (Head of PwC’s Disruption practice) saat ini dengan perkembangan artificial intelligence yang mampu menggali tiga ribu kali lebih cepat daripada manusia dalam hal intelligence, pada akhirnya akan membuat kita mengandalkan dan fokus pada teknologi daripada manusia yang menggunakannya. Padahal seharusnya teknologi hanya berperan sebagai amplifier yang membantu kita melakukan sesuatu dengan cepat dan lebih baik.