Fiturnya Kerap Dicontek, Ini Jawaban Snapchat

Snapchat.
Sumber :
  • The Independent

VIVA – Pihak Snapchat mengaku, jika mereka akan terus berfokus pada inovasi di platformnya. Termasuk juga, menjadi pelopor untuk sejumlah produk yang ditawarkan kepada publik.

img_title Bareskrim Bongkar Situs Judi Online Berkedok Spam Komentar di Medsos, 6 Orang Jadi Tersangka

"Kami selalu berfokus pada inovasi, dan kami ingin meyakinkan jika kami yang pertama dan berinovasi terus," kata Managing Director International Markets Snap Inc, Nana Murugesan, di Jakarta, Selasa 3 Desember 2019.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini berhubungan dengan sejumlah platform media sosial lain, yang mencontek beberapa fitur pada Snapchat, seperti stories dan format video vertikal.

img_title 620 Anak Terpapar Radikalisme Lewat Media Sosial Sepanjang 2026

Nana mengatakan, jika pihaknya ingin selalu menjadi yang pertama. Bukan memikirkan apa yang dilakukan oleh kompetitornya.

"Fokus kami, daripada melihat apa yang lain lakukan, kami ingin menjadi pioneer dan datang dengan hal yang akan menjadi standar industri," ungkapnya.

img_title 7 HP Terbaik untuk Reseller yang Dipakai 3–5 Tahun, Harganya Murah dan Memiliki Penyimpanan Besar

Dia pun tahu, jika platform lain berusaha mengadopsi sejumlah fitur yang dimilikinya. Namun, kembali dirinya menegaskan jika Snap hanya ingin berfokus pada inovasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ditanya apakah khawatir dengan platform lain, Nana mengatakan jika pihaknya tidak ingin kalah soal inovasi. Snap akan hanya fokus pada satu hal, dibandingkan harus melihat pada banyak hal lainnya.

"Karena, terkadang jika kamu berfokus pada inovasi dan kompetisi, jadinya terlalu banyak, dan itu sangat sulit kan? Sangat penting bagi kami, jika berfokus pada satu hal. Akan berfokus pada inovasi, sebagai inti dari apa yang kami lakukan," kata dia. 

Ilustrasi aplikasi.

Bukan Cuma Media Sosial, 14 Aplikasi Ini Punya Risiko Tinggi untuk Anak

Bukan hanya media sosial, 14 aplikasi seperti game, platform video, komunikasi, dan belanja masuk kategori risiko tinggi bagi anak. Simak daftar dan alasannya.

img_title
VIVA.co.id
16 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut