Nih 10 Profesi Baru Bidang Siber di Indonesia

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian.
Sumber :
  • VIVA/Rifki Arsilan

VIVA – Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN meresmikan 'Peta Okupasi Keamanan Siber Nasional'. Peta ini menggambarkan profesi apa saja yang dibutuhkan terkait pengamanan dunia siber. Dari sana kemudian dapat dilihat, apa saja kompetensi yang harus dikuasai. 

img_title Teknologi Kecantikan Terus Berkembang, Ini Cara Inovasi Digital Mengubah Rutinitas Perawatan Wajah

Menurut Kepala BSSN, Hinsar Sibuan, mengatakan peta ini berkaitan dengan ekonomi digital di Asia Tenggara yang tahun ini nilainya mencapai Rp1.418 triliun, yang mana 40 persennya atau Rp567 triliun berasal dari Indonesia. Selain itu, BSSN menyinggung 10 profesi baru di bidang siber.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Indonesia harus bisa menjaga dan mendayagunakan potensi tersebut untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional dan mewujudkan kesejahteraan umum," katanya di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis, 12 Desember 2019.

img_title Rosan Tegaskan Indonesia Butuh Investasi Rp13.000 Triliun untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%

Oleh sebab itu pemerintah maupun industri harus memiliki SDM yang mampu mengampu seluruh spektrum pengamanan di ranah siber. SDM di bidang ini harus berintegritas, nasionalis, berorientasi, tanggap dengan risiko keamanan dan mampu menjadi agen security awareness di lingkungan kerja.

"Hal ini sejalan dengan apa yang jadi tujuan utama kami, ialah menciptakan SDM unggul serta bagaimana mengamankan dunia siber. Mengamankan juga perlu melihat dari sisi manusia," kata Ketua Tim Perumus peta Okupasi Keamanan Siber Nasional, Eko Kuswardono Budiarjo. 

img_title Aset Digital Punya Risiko Berbeda, Ini yang Perlu Dipahami Sebelum Bertransaksi

Dari peta yang dirilis, masyarakat dapat mengamati apa saja kompetensi yang harus mereka kuasai. Dengan ini SDM juga tahu jenjang yang harus mereka kuasai untuk mengembangkan diri di bidang siber. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Unit kompetensi yang belum terpenuhi adalah Cyber Incident Investigation Manager, Cyber Forensic Specialist, Digital Forensic Analyst dan Digital Evidence First Responder. 

Ada juga unit kompetensi yang belum terpenuhi seluruhnya melingkupi Cryptographic Specialist, Cryptographic Engineer, ICT Security Product Lead Evaluator, ICT Security Product Evaluator, Cryptographic Analyst dan Cryptographic Module Analyst. 

Menteri Perindustrian, Sarmuji

Sarmuji: Industri Hijau Bukan Sekadar Kewajiban, tetapi Peluang Ekonomi Baru

Menteri Perindustrian (Menperin), M Sarmuji menegaskan transformasi menuju industri hijau merupakan peluang ekonomi baru, bukan sekadar kewajiban lingkungan.

img_title
VIVA.co.id
9 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut