Indonesia Masih Dihantui Ransomware dan Cryptojacking

Ilustrasi hacker.
Sumber :
  • huffpost.com

VIVA – Indonesia diperkirakan masih dihantui oleh serangan cryptojacking dan ransomware pada tahun ini. Khusus cryptojacking, di mana pelakunya bernama cryptojackers, masih akan bergeliat mencari mangsa meskipun tidak semua sektor diserang.

img_title Memori HP Android Tetap Penuh Meski Foto Ada di Google Photos, Pengaturan Ini Sering Terlewat

"Mereka (pelaku cryptojacking) akan kembali, namun itu tergantung dari keuntungan serangan yang akan didapatnya," kata CEO NTT Indonesia, Hendra Lesmana, di Jakarta, Senin, 13 Januari 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Cryptojacking adalah serangan siber dengan teknik menambang kripto yang memanfaatkan sumber daya orang lain secara diam-diam.

img_title Foto Sudah Dipindahkan ke Cloud, tetapi Memori HP Tetap Penuh? Ini Beberapa Pengaturan yang Perlu Diperiksa

Pelaku penyebar cryptojacking menggunakan metode ini untuk menyerang Android dengan tujuan meraup untung. Artinya, ponsel berbasis Android lebih rentan terkena serangan cryptojacking.

Untuk proses, hacker memancing korban untuk mengunduh atau download aplikasi yang tampaknya tidak berbahaya, namun sebenarnya, akan menjadi malware tambang pada perangkat korban.

img_title Bukan Sekadar Cari SPBU Terdekat, Ini Strategi Memakai HP agar Tak Terjebak Saat Bensin Menipis

Daftar aplikasi yang menyembunyikan penambang malware pun semakin bertambah. Salah satunya adalah Bug Smasher, tapi telah dihapus pada Januari 2018.

Selain cryptojacking, ransomware juga menjadi serangan yang juga akan tetap ada. Malware ini kebanyakan dilakukan melalui email phishing pada korbannya.

Menurut Hendra, tren kenaikan ini karena sifatnya yang membuat perangkat tidak bisa dipulihkan kembali. Ia menjelaskan saat data terkunci oleh pelaku maka korban bisa menyelamatkannya hanya dengan membayar.

Hendra juga mengingatkan ada banyak kesulitan jika terkena ransomware. Maka dirinya mengingatkan supaya tidak menjadi korban serangan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Nah begitu Anda bayar, ada informasi tambahan yang Anda berikan di situ. Jadi seperti putaran spiral yang tanpa henti. Makanya lebih baik jangan sampai kena karena banyak banget informasi yang (bisa) digali," ungkap Hendra, mengingatkan.

Menurutnya, serangan ransomware biasanya menyerang lewat phising. Berdasarkan data bahwa tahun lalu telah terdeteksi 14 juta upaya phising terhadap pengguna internet yang tinggal di negara-negara di Asia Tenggara selama paruh pertama 2019. Indonesia menempati posisi ke-3 dengan persentase 14,31 persen dibanding tahun lalu yang hanya 10,72 persen.

Korban Serangan Gereja di Yordania dilarikan ke RS

Serangan di Gereja Yordania Tewaskan 8 Orang, Raja Abdullah Janji Balas Pelaku

Jumlah korban tewas dalam serangan terhadap pelayat yang menghadiri pemakaman di Gereja Hamoud, Provinsi Karak, Yordania selatan bertambah menjadi total 8 orang

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut