Siap-siap, Fintech akan Gerogoti Perbankan

Ilustrasi fintech.
Sumber :
  • Imarticus

VIVA – Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi atau IPTIK Nasional 2017 masih rendah, atau berada di level 4,99 dari skala 1-10.

img_title Kemitraan Perbankan dan Pindar Dorong Pertumbuhan Penyaluran Kredit dengan Lebih Selektif

Sementara itu, berdasarkan data yang dikeluarkan World Economic Forum (WEF) melalui The Global Competitiveness Report 2018, menyebut Indonesia berada di urutan ke-45 dari 140 negara atau keempat di kawasan Asia Tenggara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu tantangan besar Indonesia dalam menyambut revolusi industri 4.0 adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM) di industri teknologi informasi (IT) untuk mencapai potensi ekonomi digital sebesar US$150 miliar atau Rp2.100 triliun pada 2025.

img_title Dorong Ekosistem Fintech RI Makin Aman dan Terpercaya, Peran Influencer Keuangan Perlu Diperkuat

Di era persaingan digital sekarang, siapa pun yang tak memiliki infrastruktur IT yang mumpuni dipastikan akan tersingkir. Oleh karena itu, perangkat lunak atau software open source bisa menjadi solusi terbaik bagi perusahaan yang ingin memenangkan persaingan.

Selain andal dan aman, software berbasis open source menawarkan kebebasan dan keleluasaan ketimbang software berlisensi yang cenderung kurang adil dan bersifat kapitalistik.

img_title Benahi Tata Kelola, Perusahaan Fintech Ini Terapkan Sistem Meritokrasi

Kepala Eksekutif PT Equnix Business Solutions, Julyanto Sutandang, mengaku bahwa peralihan dari software lisensi berbayar ke open source bisa menghemat sekitar 50 persen dari total anggaran IT pada sistem tersebut.

Menurutnya, transformasi yang terjadi di dunia perbankan, dari era analog ke digital, telah mengubah banyak hal. Perubahan ini berimbas ke tingkat persaingan yang lebih tinggi dan kompleks serta membutuhkan persiapan infrastruktur IT yang lebih baik.

Tak hanya antarbank, kini perusahaan rintisan berbasis financial technology (startup fintech) juga mulai unjuk gigi lewat pembayaran online serta uang elektronik, dan pembayaran mikro. Ia juga memandang menjamurnya startup fintech tidak mungkin bisa terjadi jika tanpa peran software open source.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Efisiensi biaya hanya bisa terjadi dengan menggunakan software open source. Keberadaan fintech sudah mulai menggeroti perbankan serta old establish enterprise lainnya. Revolusi industri modern akan dimulai dari sini. Tidak berubah, ya, dilibas," ungkap Julyanto di Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020.

Ia memaparkan tidak mungkin mereka akan berkembang pesat jika sejak awal mereka sudah terbenani dengan biaya tinggi untuk penyediaan software. Sebab itulah PostgreSQL hadir yang diklaim sebagai sistem database open source dengan performa lebih unggul dibanding sistem database berbayar manapun.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut