Virus Corona Ternyata Berdampak ke Satelit Indonesia

Ilustrasi satelit di luar angkasa
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Dampak virus corona yang dimulai di negara China memang mulai merebak ke seluruh dunia. Namun bukan hanya kesehatan saja yang berdampak tapi mulai terasa ke sektor lain. 

img_title Kenapa Asap Karhutla Masih Pekat meski Lahan Terbakar Tinggal 570 Hektare? Begini Kata BNPB

Salah satunya adalah pengadaan Satelit Republik Indonesia atau yang dikenal dengan nama Satelit Satria. Pembiayaan ini dilakukan oleh BPI France dari Perancis dan AIIB (Asian Infrastructure Investment Bank) dari China. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nah, masalah muncul saat akan melakukan tanda tangan perjanjian dengan dua investor tersebut. Karena menurut Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti), Anang Latif, proses itu harus bertemu dengan keduanya.

img_title 91 Dapur MBG Kena Suspend Buntut Tak Kembalikan Dana ke Kas Negara, Totalnya Rp18 Miliar

"Nah di situ persoalannya negara sananya itu di-banned kan, bordernya di-banned. Sekarang lagi nunggu kabar bagaimana penyelesaian pertemuan itu," kata Anang ditemui di Gedung Kominfo, Senin, 10 Februari 2020. 

Dia menuturkan jika perjanjian seluruh pihak harus bertemu. Persetujuan juga harus didapatkan dari semuanya dan uang tersebut terkumpul 100 persen. 

img_title Respons Menko Polkam Dudung Soal Warga Negara Tetangga Protes Asap Karhutla

Pertemuan ini sebelumnya sempat tertunda karena masalah administrasi serta kejadian wabah virus Corona. Lalu direncanakan akan dilakukan pada bulan Maret mendatang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun dia enggan berandai-andai jika corona masih terjadi hingga bulan depan. Menurutnya saat ini PT Satelit Nusantara III sedang melakukan komunikasi untuk memindahkan pertemuan di tempat lain. 

"Kan kalau kita ke China langsung enggak bisa, ya sudah kita ketemu di satu titik lagi (sedang) dibicarakan," kata dia.

Direktur PT TPL Tbk berinisial AL setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi

Kejagung Tahan Direktur Toba Pulp Lestari, Diduga Korupsi Lewat Manipulasi Transaksi Rugikan Negara Rp2 Triliun

Kejagung menetapkan Direktur sekaligus Corporate Secretary PT Toba Pulp Lestari (TPL) Tbk berinisial AL sebagai tersangka dugaan korupsi manipulasi harga transaksi.

img_title
VIVA.co.id
16 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut