Dunia Krisis Kondom Gara-gara Virus Corona

Ilustrasi kondom.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Pandemi Virus Corona COVID-19 tak hanya menyebabkan kelangkaan sejumlah alat kesehatan seperti masker wajah, hand sanitizer maupun alat pelindung diri. Saat ini dunia  juga sedang menghadapi kekurangan kondom lantaran salah satu produsen terbesar di dunia, Karex Berhad Malaysia, harus tutup operasi sejak pekan lalu.

img_title Ramalan Feng Shui September, Ada yang Diprediksi Hadapi Kehilangan hingga Masalah Kesehatan

Karex, yang memproduksi seperlima kondom secara global, harus menutup tiga pabriknya karena imbas karantina wilayah (lockdown) yang dilakukan oleh pemerintah Malaysia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini terjadi kekurangan stok 100 juta kondom yang biasa dipasarkan secara global oleh merek atau brand seperti Durex yang memasok lembaga-lembaga kesehatan seperti Layanan Kesehatan Nasional (National Heath System/NHS) Inggris, atau didistribusikan oleh program bantuan, seperti Dana Populasi PBB (UN Population Fund).

img_title Melihat Inovasi dan Kemandirian di Rutan Muntok, Fasilitas Klinik-Panen Telur Ayam

Meski pabrik dibuka kembali sejak Jumat, 27 Maret kemarin, namun terbatas dengan tenaga kerja maksimal 50 persen.

"Butuh waktu untuk mengaktifkan lagi pabrik. Dan, kami akan berjuang untuk memenuhi permintaan pasar hanya dengan setengah kapasitas. Kami melihat adanya kekurangan kondom secara global di mana-mana. Itu sangat menakutkan," kata Kepala Eksekutif Karex Bhd Malaysia, Goh Miah Kiat, seperti dikutip dari Independent, Sabtu, 28 Maret 2020.

img_title UMJ Luncurkan I-CHIP, Arief Rosyid: Komitmen untuk Dukung Kedaulatan Kesehatan

Ia juga menyatakan keprihatinannya terhadap program kemanusiaan di Afrika, yang menurutnya, mungkin mengalami kekurangan kondom selama berbulan-bulan.

Goh memprediksi, kelangkaan pasokan ini tidak hanya terjadi dalam hitungan dua minggu atau satu bulan, melainkan bisa berbulan-bulan jika keadaan tak membaik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kabar baiknya permintaan kondom masih sangat besar karena suka tidak suka, kondom tetap penting. Saat ini banyak orang yang tidak berencana memiliki anak. Tidak saat ini, di tengah ketidakpastian yang tinggi," ungkap dia.

Malaysia sejauh ini memiliki 2.161 kasus positif Corona dengan 26 orang mati akibat Virus Corona COVID-19 tersebut. Lockdown sebelumnya telah diterapkan hingga 14 April 2020.

Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas)

Ibas Tegaskan Program Jaminan Kesehatan sebagai Investasi Utama dan Harus Diperkuat

Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menyampaikan bahwa pemahaman masyarakat mengenai kesehatan dan program jaminan kesehatan perlu terus diperkuat.

img_title
VIVA.co.id
19 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut