Aplikasi Zoom dan Skype Jadi Target Serangan Siber

Ilustrasi serangan siber.
Sumber :
  • www.pixabay.com/bykst

VIVA – Kaspersky menganalisis lanskap ancaman untuk aplikasi meeting seperti Zoom yang digunakan saat social distancing diterapkan selama pandemi Virus Corona terjadi. Mereka mendeteksi adanya ancaman terkait dengan aplikasi terkenal serta menobatkan Skype sebagai platform yang banyak digunakan pelaku kejahatan siber.

img_title Ancaman Siber Makin Licin, Jangan Asal Instal di HP

Menurut pakar keamanan Kaspersky, Denis Parinov, sangat penting bagi orang mengetahui adanya ancaman. Apalagi saat aktivitas sebagian besar masyarakat dunia berada di rumah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sangat penting untuk memastikan bahwa apa yang kita gunakan sebagai platform pertemuan sosial daring diunduh dari sumber sah dengan pengaturan tepat dan tidak memiliki kerentanan berat yang belum diatasi sebelumnya," kata dia, Senin, 13 April 2020.

img_title Pembangkit Listrik Lumpuh akibat Serangan Siber

Denis juga menemukan sekitar 1.300 file yang menggunakan nama serupa dengan platform terkenal seperti Zoom, Webex dan Slack. Di antara jumlah tersebut, ia menemukan 200 ancaman dan ancaman yang paling umum adalah dua jenis adware, yaitu Dealply dan Downloadsponsor.

Dua jenis adware tersebut adalah installer atau pemasang yang menampilkan iklan atau mengunduh modul adware. "Software itu akan muncul pada perangkat setelah diundur dari pasar tidak resmi," jelasnya.

img_title AI Sekarang bisa Meretas dalam 31 Detik Tanpa Bantuan Manusia

Selain itu ada beberapa kasus yang disamarkan sebagai file .Ink, atau pintas ke aplikasi. Bahkan, Denis menemukan sebagian besar ditemukan sebagai Exploit.Win32.CVE-2010-2568, yakni kode berbahaya yang sudah ada lama namun masih tersebar luas, serta memungkinkan pelaku menginfeksi sejumlah komputer dengan malware tambahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, aplikasi yang paling banyak digunakan pelaku kejahatan siber untuk melakukan kejahatan adalah Skype. Denis pun mengaku berhasil menemukan sebanyak 120 ribu file yang mencurigakan dan menggunakan nama aplikasi tersebut.

Bukan hanya adware, Skype digunakan untuk mendistribukan malware lainnya, terutama Trojan. Menurutnya, Skype sudah menjadi target para pelaku kejahatan siber selama bertahun-tahun. "Aplikasi Skype sudah menjadi target bagi para pelaku kejahatan siber selama bertahun-tahun karena popularitasnya," tegas Denis.

Hacker / serangan siber.

Uni Eropa Resmi Wajibkan Laporan Serangan Siber dalam 24 Jam

Komisi Uni Eropa Bersama Badan Keamanan Siber Uni Eropa (ENISA) mengatakan aturan baru yang mewajibkan pelaporan serangan siber dan kerentanan mulai berlaku 11 September.

img_title
VIVA.co.id
12 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut