Twitter Sebar Survei ke Pengguna, Buat Apa?

CEO Twitter Jack Dorsey.
Sumber :
  • Washington Post

VIVA – Twitter akhirnya mulai serius mengeksplorasi model berlangganan. Platform itu sedang mengadakan survei ke penggunanya, fitur apa yang sebaiknya menggunakan metode tersebut.

img_title Prancis Minta Media Sosial TikTok hingga Instagram Diblokir Cegah Kerusuhan Lanjutan

Survei tersebut dilaporkan oleh seorang reporter bernama Andrew Roth, dikutip dari The Verge, Minggu, 2 Agustus 2020. Dalam utasnya, dia menyebutkan ada sejumlah pilihan dari Twitter untuk nantinya menggunakan konsep berbayar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satunya adalah pilihan melakukan undo pada cuitan pengguna setelah diunggah. Fitur ini akan mirip undo email yang sudah tersedia di Gmail sebelumnya. Jadi, pengguna hanya diberi waktu 30 detik untuk menekan tombol edit.

img_title 7 Game Open World Paling Imersif, Red Dead Redemption 2 Jadi Raja Pengalaman Bermain

Pilihan lainnya adalah memilih sendiri warna untuk aplikasi dan website Twitter. Selain itu juga bisa mengunggah video dengan resolusi tinggi. Pengguna yang disurvei juga diminta memilih ide paling tidak begitu penting dari yang ada pada pilihan.

Sebelumnya, CEO Twitter, Jack Dorsey mengatakan jika perusahaannya memang memikirkan konsep berbayar untuk penggunanya. Namun menurutnya, saat ini pilihan itu masih berada di fase awal.

img_title Polisi Rekonstruksi Jalur Pelajar dari Bekasi ke Jakarta, Dalami Peran F alias Batak

Isu Twitter menerapkan langganan ini sudah ada sejak awal Juli lalu. Saat itu, raksasa jejaring sosial menolak berkomentar dan sebagai gantinya memberi surat mengenai kuartal dua perusahaan pada pemegang saham.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 Pada halaman ke-7, dituliskan jika Twitter memang mengeksplorasi pilihan itu untuk mendapatkan tambahan pendapatan. Tapi, Twitter juga membuka opsi lain untuk bisa raup keuntungan lain.

"Walau eksplorasi masih awal dan kami tidak mengharapkan tambahan pendapatan pada tahun 2020, Anda mungkin lihat uji coba atau mendengar kami membicarakan lebih banyak saat pekerjaan berlangsung," ungkap juru bicara Twitter.

Bendera Jerman terlihat di depan Gedung Reichstag di Berlin.

Isi Medsos di Jerman Bakal Diatur, 1 dari 5 Konten Wajib Berasal dari Media Tertentu

Jerman merancang aturan yang mewajibkan platform media sosial menyediakan kuota 20 persen untuk konten informatif dari media layanan publik dan media yang memenuhi syarat

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut