Cara Terhindar dari Tindakan Doxing

Ilustrasi Hacker
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Jurnalis Liputan6.com, Cakrayuri Nuralam baru saja mengalami tindakan doxing. Diduga praktik tersebut ini terjadi, setelah ia mempublikasikan artikel cek fakta di media massa tersebut. 

img_title Sebut Nama Allah, Menteri PU Dody Hanggodo Bersumpah Tak Terlibat Doxing Dosen UGM

Pihak perusahaan dalam pernyataannya mengecam doxing pada salah satu jurnalisnya, dan akan menempuh jalur hukum untuk merespons tindakan itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu, apa itu doxing? Mengutip laman resmi perusahaan produsen antivirus, Norton, Sabtu 12 September 2020, tindakan tersebut berasal dari dropping dox yang berarti serangan online, di mana pelaku akan menggali informasi dan dokumen pribadi.

img_title Masih Ingat Gary McKinnon? Hacker yang Pernah Menghebohkan Pentagon dan NASA Kini Jadi Produser Musik

Dox sendiri diartikan sebagai mengungkap identitas sebenarnya, dari orang yang berharap untuk anonim. Tujuan tindakan doxing ini untuk mempermalukan hingga melecehkan korban. Pihak Norton mengatakan ,tidak ada jaminan seseorang tak akan terkena praktik doxing.

Baca juga: Siap-siap Tercengang Lihat Hp Baru Apple

img_title Masih Ingat Kevin Mitnick? Hacker Legendaris yang Pernah Membuat FBI Kewalahan Bertahun-tahun

Namun, perusahaan itu membagikan sejumlah strategi untuk mengurangi peluangnya. Kunci utama adalah memperhatikan apa yang diunggah di media sosial.

Salah satunya adalah, jangan berlebihan saat mengunggah sesuatu di media sosial atau forum online. Memberikan banyak informasi pribadi bisa menyenangkan bagi pelaku.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebaiknya mengubah unggahan di media sosial menjadi private, jadi hanya bisa dilihat bagi sejumlah orang saja. Hindari untuk memberikan detail informasi pribadi.

Sebagai informasi, serangan yang menimpa jurnalis Liputan6.com terjadi pada Jumat, 11 September 2020. Tercatat ada empat akun di Instagram  yang melakukan praktik doxing terhadap korban.

Peretas atau hacker.

AI Sekarang bisa Meretas dalam 31 Detik Tanpa Bantuan Manusia

Pemanfaatan AI kini mengubah peta serangan siber dari yang semula membutuhkan tim khusus menjadi operasi independen berbiaya murah, cepat, dan sulit dideteksi.

img_title
VIVA.co.id
23 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut