Indonesia Kenakan Pajak Digital ke Alibaba dan Microsoft

Microsoft
Sumber :
  • No Camels

VIVA – Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menetapkan delapan perusahaan tambahan, yang memenuhi kriteria sebagai pemungut Pajak Pertambahan Nilai atas barang dan jasa digital yang dijual kepada pelanggan di Indonesia.

img_title KPK Sita Mobil Ketiga dari Anggota DPRD Bengkulu Vinna Ledy, Kali Ini Innova Zenix

"Delapan perusahaan global telah resmi menjadi pemungut pajak pertambahan nilai atas barang dan jasa digital dari luar negeri yang dijual kepada pelanggan di Indonesia," kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (DJP) Hestu Yoga Saksama di Jakarta, Jumat 9 Oktober 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan tambahan delapan perusahaan ini, total sebanyak 36 perusahaan atau badan usaha telah ditunjuk DJP sebagai pemungut pajak digital.

img_title KPK Bongkar Modus Bupati Bolmut Sirajudin Atur Proyek, Dugaan Uang Diterima Capai Rp11,53 M

Delapan perusahaan yang baru ditunjuk adalah Alibaba Cloud (Singapore) Pte Ltd, GitHub, Inc, Microsoft Corporation, Microsoft Regional Sales Pte. Ltd, UCWeb Singapore Pte. Ltd, To The New Pte. Ltd, Coda Payments Pte. Ltd dan Nexmo Inc.

Melalui penunjukan ini, maka sejak 1 November 2020 para pelaku usaha tersebut akan mulai memungut PPN atas produk dan layanan digital yang mereka jual kepada konsumen di Indonesia.

img_title Bupati Bolaang Mongondow Utara Jadi Tersangka, KPK Ungkap Uang Rp200 Juta yang Disita dari 3 Lokasi

Sebelumnya, sudah terdapat 28 perusahaan global yang sudah bekerja sama dengan DJP sejak awal Juli 2020 untuk memungut PPN digital.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jumlah PPN yang harus dibayar pelanggan adalah 10 persen dari harga sebelum pajak, dan harus dicantumkan pada kuitansi atau invoice yang diterbitkan penjual sebagai bukti pungut PPN.

DJP mengharapkan seluruh perusahaan yang telah memenuhi kriteria, termasuk penjualan Rp600 juta setahun atau Rp50 juta per bulan, agar dapat mengambil inisiatif dan menginformasikan kepada DJP supaya proses persiapan penunjukan termasuk sosialisasi secara one-on-one dapat segera dilaksanakan. (ant)

Ilustrasi salah satu JPO di Jakarta

20 Pelat Baja JPO Bulungan Dekat Kejagung Hilang, Diduga Dicuri

Sebanyak 20 pelat baja di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Bulungan, Jalan Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, hilang. Kondisi tersebut diduga akibat pencurian.

img_title
VIVA.co.id
22 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut