Jumlah Air di Bulan di Luar Perkiraan

Permukaan Bulan.
Sumber :
  • Dok. NASA

VIVA – Para peneliti menemukan lebih banyak air di permukaan Bulan. Tanda-tanda keberadaan cairan sebenarnya sudah ada sejak 2009 dan terus berlanjut hingga sekarang.

img_title Terdampak Karhutla, 80 Ribu Liter Air Bersih Didistribusikan di 10 Kelurahan Palembang untuk Warga

Air berhasil ditemukan di sejumlah titik di Bulan. Salah satunya berada di bagian permukaan yang diterangi sinar Matahari dan ada juga kantong es bersembunyi di daerah bayangan kegelapan abadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jika Anda berada di permukaan Bulan dekat salah satu kutub, maka Anda akan melihat bayangan di seluruh tempat. Banyak dari bayangan itu dipenuhi dengan es," kata Peneliti NASA">NASA, Casey Honniball, seperti dilansir dari laman Space, Selasa, 27 Oktober 2020.

img_title Sama-sama Bening, Kenapa Rasa Air Mineral Bisa Berbeda? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Baca: Ilmuwan Tunjukkan Lokasi Akan Terjadinya Mega Tsunami

Ia menggunakan data dari teleskop udara Sofia milik NASA. Hasilnya untuk pertama kali ditemukan air di permukaan yang diterangi sinar Matahari.

img_title Air RO Diklaim Lebih Murni, Benarkah Lebih Sehat dari yang Biasa? Ini yang Perlu Diketahui

Peneliti sebelumnya menemukan air berdasarkan tanda spektral, maka 'barcode' yang digunakan dalam penelitian untuk mengidentifikasi material.

Namun, data tidak membedakan antara air dan hidroksil (molekul OH) yang terikat dengan mineral di permukaan Bulan.

Dalam pengamatan baru, Honniball bersama para peneliti melihat tanda kimia yang unik dari air. Mereka menemukannya di dekat Kawah Clavius dan pada lintang rendah Mare Serenitatis.

Menurut hasil penelitian jika air di sana mencapai 100 hingga 400 juta per kubik. Penelitian lainnya adalah menggunakan data dari Pesawat Lunar Resonnaissance Orbiter NASA. Mereka menemukan jika air terperangkap dii tempat yang dingin dan telah ada permanen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca juga: Nokia Terbang ke Bulan

Bentuknya beragam, yang salah satunya berdiameter satu sentimeter. Kemungkinan masih ada ratusan atau ribuan kali lebih kecil dari yang ditemukan itu. Air-air tersebut dikatakan ditemukan di kedua kutub pada permukaan Bulan. Bahkan ada wilayah seluas 40 ribu kilometer persegi yang berpotensi juga dapat memiliki air.

Logo NASA.

NASA Ingin Mendaratkan Manusia ke Bulan Tahun 2028

Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) mengumumkan rencananya untuk mendaratkan antariksawan ke Bulan pada 2028 dalam rangka misi Artemis IV

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut