Dikabarkan Merger dengan Indosat, Tri Indonesia Buka Suara

Operator Tri Indonesia.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Mitra Angelia

VIVA – Raksasa keuangan Hongkong, CK Hutchison Holdings Ltd., dan perusahaan telekomunikasi Qatar, Ooredoo QPSC, dikabarkan sedang dalam tahap kesepakatan bisnis melalui mekanisme merger dan akusisi. Keduanya akan berkolaborasi bisnis di Indonesia.

img_title Kreator Konten Indonesia Bidik Panggung Asia Tenggara, Industri Digital Kian Bernilai Ekonomi

Seperti diketahui, Ooredoo QPSC merupakan pemegang saham mayoritas PT Indosat Tbk (ISAT). Sedangkan, CK Hutchison Holdings Ltd adalah pemilik bisnis telekomunikasi PT Hutchison 3 Indonesia (Tri Indonesia).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengutip situs The Standard, Selasa, 22 Desember 2020, pengumuman merger ini kemungkinan besar akan diumumkan pada pekan ini juga. Menurut sumber yang identitasnya dirahasiakan bahwa kesepakatan ini akan melibatkan penawaran uang tunai dan saham.

img_title Mau Buka Usaha? Jangan Cuma Siapkan Modal, Ini Langkah Penting agar Tak Salah Strategi

Kedua perusahaan ditetapkan untuk menjadi pemegang saham mayoritas dalam entitas gabungan terbarunya ini nanti. Akan tetapi, menurut sumber tersebut, ada juga kemungkinan penundaan atau bahkan kegagalan merger jika tidak menemui kata sepakat. Struktur organisasi baru pun belum diselesaikan karena belum ada kesepakatan.

Ketika dikonfirmasi, Wakil Direktur Utama PT Hutchison 3 Indonesia, M. Danny Buldansyah, hanya berkomentar singkat. "Mohon maaf. Kami dari manajemen belum bisa memberi tanggapan mengenai hal ini," kata dia kepada VIVA Tekno.

img_title Pengmas UI Dorong Petani Muda Kembangkan Bisnis Pertanian Berbasis Pengetahuan Lokal dan Teknologi

Lebih lanjut dirinya menginstruksikan untuk meminta kebenaran rumor tersebut kepada CK Hutchison Holdings maupun Ooredoo QPSC. Sementara itu, Indosat Ooredoo belum memberikan tanggapan ketika berita ini tayang.

Sebelumnya, pada pertengahan Mei tahun ini, raksasa telekomunikasi Malaysia, Axiata Group, mau mencaplok operator seluler Indonesia. Axiata diketahui sebagai induk usaha operator telekomunikasi XL.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aksi korporasi ini bagian dari efisiensi sekaligus upaya melakukan konsolidasi industri telekomunikasi. Selain itu rencana akuisisi ini juga ingin dipercepat saat ekonomi global masih dilanda wabah Virus Corona COVID-19.

Axiata Group, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$8 miliar atau hampir Rp117 triliun, telah melakukan uji tuntas tahun lalu, dan informasi dari itu dapat berguna jika kesepakatan akuisisi akan terwujud tahun ini.

Ilustrasi UMKM

Punya Usaha Kecil? Ini 5 Cara agar Bisnis UMKM Makin Dikenal dan Dilirik Konsumen

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Namun, membangun bisnis UMKM tidak cukup hanya…

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut