Sampah Medis COVID-19 Bisa Didaur Ulang

Produksi Alat Pelindung Diri (APD) untuk Tenaga Medis.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

VIVA – Di tengah upaya memerangi pandemi COVID-19, masyarakat kini dihadapkan pada permasalahan baru, yaitu isu pencemaran lingkungan akibat meningkatnya sampah medis penanganan COVID-19.

img_title Komponen Laptop Ini Bisa Diganti Sendiri, Tak Perlu 'Tangan' Teknisi

Selama pandemi berlangsung, plastik banyak digunakan sebagai bahan baku APD (Alat Pelindung Diri) berupa masker kesehatan, tutup kepala hingga sarung tangan. Hal ini menyebabkan peningkatan sampah plastik di lingkungan yang berpotensi meningkatkan mikroplastik di perairan dan laut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca: Ini Bedanya Masker FFP2, N95, dan KN95

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

“Semenjak pandemi, penggunaan masker medis pada masyarakat umum semakin meningkat sehingga perlu antisipasi terhadap limbah masker medis," kata Deputi bidang Ilmu Pengetahuan Teknik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Agus Haryono, seperti dikutip dari situs resmi LIPI, Minggu, 24 Januari 2021.

Ia menyebutkan saat ini Pusat Penelitian Kimia LIPI telah mengembangkan berbagai metode untuk mendaur ulang masker medis dengan metode kristalisasi. Metode ini terbilang mudah diterapkan untuk berbagai jenis plastik bahan baku APD seperti polipropilena, polietilena, polistirena, maupun polivinil klorida.

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

"Kualitas produk hasil daur ulang terjamin tetap tinggi, karena tidak terdegradasi oleh pemanasan,” paparnya.

Sementara itu, Peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI, Sunit Suhendra mengungkapkan, metode pengolahan sampah plastik yang ada selama ini meliputi pembakaran daur ulang dengan cara pelelehan kembali untuk membentuk granula atau pelet.

Metode ini pun, menurut Sunit, terkendala proses pengumpulan dan pra pemilahan yang tidak mudah, serta kemungkinan persyaratan sterilisasi sebelum dilakukan langkah-langkah pendaur-ulangan.

“Metode kristalisasi memungkinkan terjadinya degradasi yang sangat rendah karena tidak adanya shear dan stress seperti pada proses daur ulang biasa. Hal ini menghasilkan plastik kristal yang dapat digunakan lagi dengan kualitas sangat baik,” jelas Sunit.

Photo :
  • Times of India

Ia pun menjabarkan bahwa selain dapat diterapkan pada hampir semua jenis plastik seperti  PE (Polyethylene), PP (Polypropylene), PVC (Polyvinyl Chloride), PS (Polystyrene), metode kristalisasi juga memiliki banyak keunggulan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keunggulan menggunakan metode kristalisasi ini antara lain menghasilkan plastik daur ulang berupa serbuk, minim kerusakan struktur, dan memiliki kemurnian produk daur ulang yang tinggi.

“Tahapan-tahapan dalam proses daur ulang plastik medis dengan metode kristalisasi ini meliputi pemotongan plastik bila diperlukan, pelarutan plastik, pengendapan pada antipelarut, dan penyaringan," jelas Sunit.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut