Strategi Telkom Hadapi Platform Digital Asing

Gedung Telkom Indonesia.
Sumber :
  • www.telkom.co.id

VIVA – BUMN Telekomunikasi, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, berencana membuat platform untuk distribusi konten media, sebagai dukungan kepada industri media dalam negeri di tengah disrupsi platform digital asing.

img_title Digitalisasi Mulai Menyentuh Rantai Pasok Konstruksi, Bukan Sekadar Urusan Desain Proyek

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, mengatakan saat ini telah mulai berdiskusi dengan beberapa pihak dalam mengembangkan platform yang akan digarap secara kolaboratif itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca: Telkom Pakai Superkomputer untuk Kembangkan 5G

img_title Bos BGN Benarkan Kantornya Bakal Pindah ke Graha Merah Putih Telkom

"Kita kembangkan suatu, katakanlah platform lokal begitu, yang melibatkan dari para platform iklan, publisher, media, para agensi, dan tentunya kita membutuhkan support dari pemerintah untuk mengatur regulasi yang memang memungkinkan ini untuk dijalankan," ujar Ririek dalam Konvensi Nasional Media Massa pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021, Senin.

Lebih jauh, platform tersebut, menurut Ririek, tidak hanya sekadar membantu media, namun juga sebagai upaya untuk membendung penyebaran misinformasi, dan membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi langsung dari sumber yang terpercaya.

img_title Genjot Transformasi Bisnis, Telkom Akses Targetkan Jadi Rujukan Infrastruktur Digital Nasional

"Kalau kita bisa pasang rating di berita-berita itu tidak hanya judulnya yang bombastis, tapi kita juga rating, itu juga membantu masyarakat untuk hanya membaca media atau berita yang memang dianggap kredibel atau rating-nya bagus," kata Ririek.

"Sehingga, secara tidak langsung ini akan membantu juga bagaimana memilah berita yang hoax, mana berita yang layak dibaca, layak dipercaya, ini juga yang nantinya secara luas akan membantu masyarakat. Jadi kita bisa membangun budaya yang memang lebih kredibel ketika menyampaikan informasi di berbagai media," tutur dia.

Disrupsi platform digital

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengurus Pusat Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Anthony Wonsono, melihat saat ini distribusi konten dikuasai secara keseluruhan, atau secara mayoritas paling tidak, oleh platform digital. Distribusi konten yang dikuasai platform, menurut Anthony, berdampak pada tiga hal utama, di antaranya isu terkait akuntabilitas, di mana jurnalis melawan netizen.

Platform mendistribusikan konten, seringkali tanpa membedakan produksi media yang melalui serangkaian proses jurnalistik atau tidak. Hal itu membuat konten berkualitas dan konten abal-abal dinilai sama derajatnya, sehingga masyarakat umum tidak dapat membedakan konten yang berkualitas dengan konten yang tidak ada basisnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut