Peringatan untuk Pengidap Autoimun

Pengidap autoimun.
Sumber :
  • Health Europa

VIVA – Pemerintah terus menggenjot jumlah warga Indonesia yang disuntik vaksin COVID-19. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan saat ini sudah lebih dari 10 juta penduduk Indonesia yang divaksinasi.

img_title Profesor UCL Ungkap Kunci Ketahanan Kesehatan, Pencegahan Penyakit Perlu Dimulai Sejak Dini

Namun, tentu tidak semua warga bisa divaksinasi. Salah satu yang tidak disarankan mendapat vaksinasi COVID-19 adalah orang dengan penyakit autoimun. Penderita autoimun tidak bisa sembarangan menerima vaksin. Bisa jadi, vaksin yang diberikan kepada penderita autoimun malah berbalik menyerang tubuh si penderita

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kekebalan tubuh atau imun seharusnya melindungi tubuh dari benda asing dan melindungi dari infeksi dan penyakit. Namun, pada penyakit autoimun justru kebalikannya. Imun menyerang organ-organ yang ada di tubuh. Kondisi itu pula yang menyebabkan penderita belum bisa vaksinasi COVID-19.

img_title Dipanggil Prabowo, BRIN Bakal Percepat Riset Vaksin Malaria

Penyakit autoimun sebagian besar menyerang wanita produktif. Sampai kini penyakit autoimun belum bisa disembuhkan, namun penyakit tersebut dapat mengalami remisi atau hilangnya gejala dan sewaktu-waktu dapat kambuh kembali. Belum diketahui secara pasti berapa prevelansi autoimun di Tanah Air.

Salah satunya yang dialami oleh Niken Tantyo Sudharmono. Menurut perempuan 47 tahun yang juga seorang penyintas autoimun ini, jika pengidap autoimun menerima vaksin maka ada kekhawatiran kekebalan tubuhnya melemah. “Penderita autoimun rentan terinfeksi penyakit, termasuk COVID-19,” kata dia, Selasa, 30 Maret 2021.

img_title Bea Cukai Ungkap Modus Penyelundupan Emas Makin Parah, Ada yang Disembunyikan dalam Bagian Tubuh Tertentu

Ia mengatakan ada dua kekhawatiran yang bisa terjadi jika pengidap autoimun divaksinasi COVID-19. Pertama, bisa saja vaksin malah mengaktifkan sistem kekebalan tubuh secara tidak aman atau tidak tepat. Kedua, bagi penderita autoimun yang mengonsumsi obat imunosupresan justru membuat vaksin menjadi tidak efektif.

Niken juga mengingatkan imbauan Kementerian Kesehatan dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) agar pengidap autoimun sistemik untuk menunda vaksinasi Covid-19. “Sebaiknya memang dikonsultasikan dulu dengan dokter yang merawat,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti diketahui, pengidap autoimun yang masih diperbolehkan mendapatkan vaksin sesuai rekomendasi PAPDI adalah tiroid autoimun, autoimun hematologi, dan inflammatory bowel disease (lBD).

Namun, ketiga jenis pengidap autoimun itu tetap harus dalam kondisi terkontrol. “Pengidap autoimun seperti saya memang harus bersabar. Sebab, belum ada penelitian soal keamanan vaksinasi COVID-19 untuk pengidap autoimun. Jadi, memang saya menyarankan agar tidak divaksin dulu,” jelas Niken.

Konferensi pers terkait putusan MA yang mengugurkan puluhan pasal aturan kesehatan

MDP Watch, MGBKI dan PDUI Sambut Baik Putusan MA Gugurkan Puluhan Pasal Aturan Kesehatan

Putusan MA No 19 P/HUM/2026 secara umum sudah menggugurkan lebih dari 70 pasal dalam sejumlah regulasi terkait sektor kesehatan. Seluruh pihak diminta hormati

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut