Peringatan untuk Pengidap Autoimun

Pengidap autoimun.
Sumber :
  • Health Europa

VIVA – Pemerintah terus menggenjot jumlah warga Indonesia yang disuntik vaksin COVID-19. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan saat ini sudah lebih dari 10 juta penduduk Indonesia yang divaksinasi.

img_title Serius Tangani Karhutla, Pemerintah Siapkan 1.691 Layanan Kesehatan hingga 360 RS Rujukan

Namun, tentu tidak semua warga bisa divaksinasi. Salah satu yang tidak disarankan mendapat vaksinasi COVID-19 adalah orang dengan penyakit autoimun. Penderita autoimun tidak bisa sembarangan menerima vaksin. Bisa jadi, vaksin yang diberikan kepada penderita autoimun malah berbalik menyerang tubuh si penderita

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kekebalan tubuh atau imun seharusnya melindungi tubuh dari benda asing dan melindungi dari infeksi dan penyakit. Namun, pada penyakit autoimun justru kebalikannya. Imun menyerang organ-organ yang ada di tubuh. Kondisi itu pula yang menyebabkan penderita belum bisa vaksinasi COVID-19.

img_title Masuk Usia 45 Tahun ke Atas? Ini Masalah Kesehatan Pria yang Perlu Diwaspadai

Penyakit autoimun sebagian besar menyerang wanita produktif. Sampai kini penyakit autoimun belum bisa disembuhkan, namun penyakit tersebut dapat mengalami remisi atau hilangnya gejala dan sewaktu-waktu dapat kambuh kembali. Belum diketahui secara pasti berapa prevelansi autoimun di Tanah Air.

Salah satunya yang dialami oleh Niken Tantyo Sudharmono. Menurut perempuan 47 tahun yang juga seorang penyintas autoimun ini, jika pengidap autoimun menerima vaksin maka ada kekhawatiran kekebalan tubuhnya melemah. “Penderita autoimun rentan terinfeksi penyakit, termasuk COVID-19,” kata dia, Selasa, 30 Maret 2021.

img_title AC dan Kipas Angin Bisa Jadi Bahaya saat Abu Vulkanik, Begini Penjelasan IDAI

Ia mengatakan ada dua kekhawatiran yang bisa terjadi jika pengidap autoimun divaksinasi COVID-19. Pertama, bisa saja vaksin malah mengaktifkan sistem kekebalan tubuh secara tidak aman atau tidak tepat. Kedua, bagi penderita autoimun yang mengonsumsi obat imunosupresan justru membuat vaksin menjadi tidak efektif.

Niken juga mengingatkan imbauan Kementerian Kesehatan dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) agar pengidap autoimun sistemik untuk menunda vaksinasi Covid-19. “Sebaiknya memang dikonsultasikan dulu dengan dokter yang merawat,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti diketahui, pengidap autoimun yang masih diperbolehkan mendapatkan vaksin sesuai rekomendasi PAPDI adalah tiroid autoimun, autoimun hematologi, dan inflammatory bowel disease (lBD).

Namun, ketiga jenis pengidap autoimun itu tetap harus dalam kondisi terkontrol. “Pengidap autoimun seperti saya memang harus bersabar. Sebab, belum ada penelitian soal keamanan vaksinasi COVID-19 untuk pengidap autoimun. Jadi, memang saya menyarankan agar tidak divaksin dulu,” jelas Niken.

Donny Januar, Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat (Kasi Kesra) Kecamatan Leles.

JKN Jadi Andalan Keluarga Donny, dari Operasi Hernia hingga Empedu

Bagi pria berkacamata tersebut, pengalaman adalah guru yang paling berharga tentang bagaimana pentingnya perlindungan kesehatan bagi setiap individu ke depannya.

img_title
VIVA.co.id
11 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut