Jaringan Internet First Media Kembali Normal

Ilustrasi menggunakan internet.
Sumber :
  • Freepik

VIVA – First Media menjadi salah satu penyedia layanan internet, yang terkena dampak dari adanya gangguan pada Sistem Komunikasi Kabel Laut Jakarta-Bangka-Batam-Singapura (SKKL B2JS) dan Jakarta-Kalimantan-Batam-Singapura (SKKL Jakabare).

img_title Janji Telkomsel usai Putusan MK soal Sisa Kuota Internet

Efek dari munculnya masalah itu, kecepatan internet yang didapatkan pelanggan turun drastis sehingga koneksi menjadi tidak stabil dan butuh waktu lebih lama untuk mengakses laman tertentu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Agar pelanggan bisa tetap berselancar dengan nyaman, mereka menambahkan kapasitas bandwith sebesar 200 Gbps. Langkah ini terbukti efektif, karena dalam waktu 24 jam seluruh pelanggan sudah bisa menikmati kembali layanan internet.

img_title Bukan Cuma Rumah Pintar, Sistem Air dan Limbah Juga Mulai Mengandalkan Teknologi Baru

PT Link Net Tbk sebagai pemilik merek First Media menggunakan tiga sistem kabel bawah laut ke Singapura, yaitu SKKL Jakabare milik PT Indosat Tbk, SKKL B2JS yang dioperasikan oleh PT Ketrosden Triasmitra, dan satu cadangan dari SKKL lain.

Penggunaan tiga fasilitas itu adalah bagian dari bisnis berkesinambungan Link Net, yang disiapkan setiap tahun untuk bisa terus memberi layanan internet optimal dan berkualitas.

img_title Respons Menkomdigi soal Warga Mentawai Terjerat Hukum karena Jual Layanan Internet Starlink

“Gangguan yang dialami oleh pelanggan kami disebabkan oleh faktor eksternal. Namun, upaya cepat yang kami lakukan untuk mengatasi dampak gangguan berhasil. Kini, seluruh pelanggan kami sudah dapat menikmati layanan internet dengan normal kembali,” ujar Chief of Technology and Product Officer Link Net, Edward Sanusi melalui keterangan resmi, dikutip Kamis 8 April 2021.

Edward menjelaskan, awalnya Link Net masih sanggup memenuhi kebutuhan pelanggan saat SKKL B2JS bermasalah. Namun kemudian ada tanah ambles di kawasan Changi, Singapura, mengakibatkan SKKL Jakabare terganggu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pakar krisis manajemen, Dr Firsan Nova menyampaikan bahwa penting bagi setiap perusahaan untuk mampu mengelola risiko guna menghindari krisis. Menurutnya, Link Net berhasil melakukan itu.

“Saya melihat, Link Net memiliki kemampuan dalam mengatasi krisis ini, kurang dari 1x24 jam masalah gangguan kabel laut ini bisa diselesaikan. Hal ini penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan dan stakeholders.” tuturnya.

Ilustrasi internet berbasis cloud. (FOTO: File/readitquik.com)

Pengelolaan Keamanan Jaringan Terintegrasi Jadi Kunci Penguatan Ekosistem Bisnis Digital

Transformasi digital terus mendorong perusahaan dan berbagai institusi, untuk bisa semakin beradaptasi dengan kebutuhan teknologi yang semakin kompleks hari ini.

img_title
VIVA.co.id
11 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut