Mark Zuckerberg Membelot

CEO Facebook Mark Zuckerberg
Sumber :
  • Instagram/@zuck

VIVA – Aturan baru WhatsApp yang rencananya resmi berlaku pada 15 Mei 2021 memicu kontroversi besar-besaran di awal tahun ini. Akibatnya, aplikasi pesan instan milik Facebook itu siap-siap ditinggal penggunanya dan pindah ke Signal maupun Telegram.

img_title Sering Membawa Laptop ke Kantor dan Bertemu Klien? Ini 5 Cara Menghemat Baterai Tanpa Mengorbankan Produktivitas

Signal melihat begitu banyak orang berduyun-duyun pindah ke layanannya. Bahkan, pernah membuat sistemnya tumbang gara-gara tidak mampu menampung banyak pengguna baru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari jutaan pengguna baru, tampaknya Pendiri Facebook Mark Zuckerberg merupakan salah satu pengguna baru Signal. Hal ini diungkap oleh seorang peneliti keamanan. Ia mengaku alasan pria berusia 36 tahun itu menggunakan Signal karena rekomendasi pakar intelijen Edward Snowden lantaran dukungannya terhadap privasi pengguna.

img_title Jangkau 660 Juta Pengguna di 170 Pasar Dunia, CapCut World Rambah Kreator di 3 Benua

Satu-satunya alasan Zuckerberg menghabiskan kocek hingga US$30 juta atau Rp436 miliar untuk membeli WhatsApp adalah karena privasi yang ada di dalamnya. Tapi kemudian akibat 533 juta data pribadi pengguna Facebook bocor maka dirinya langsung memiliki akun di Signal.

Dari kebocoran tersebut ditemukan lokasi Zuckerberg, detail pernikahan, tanggal lahir, ID pengguna Facebook, dan nomor telepon pribadinya. Pakar keamanan cloud, Dave Walker, menggunakan nomor telepon yang bocor dari akun Zuckerberg untuk memeriksa apakah ia terdaftar di Signal.

img_title 3 HP Kini Mulai Mengandalkan Edisi Terbaru, Membuat Pengguna Terasa Berbeda

“Di peristiwa lain, Mark Zuckerberg juga menghormati privasinya sendiri dengan menggunakan aplikasi obrolan yang terenkripsi yang tidak dimiliki oleh @facebook. Ini adalah nomor yang terkait dengan akunnya dari kebocoran Facebook baru-baru ini," jelas dia.

Signal adalah alternatif WhatsApp yang cukup populer. Alasannya karena platform tersebut memiliki sikap yang cukup keras dalam privasi, tidak hanya enkripsi ujung ke ujung seperti WhatsApp tetapi kodenya juga open-source, seperti dilansir dari situs Express, Jumat, 9 April 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Artinya, setiap orang dapat mengamati praktiknya dengan cermat dan memberikan saran. Tidak seperti WhatsApp, di mana menurut Walker, dapat memeriksa sendiri kode Signal, menyarankan perbaikan, dan kemudian memeriksa kembali untuk melihat apakah perusahaan telah membuat perbaikan yang dijanjikan.

Sifat open-source dari Signal ini yang menjadikan platform itu sebagai salah satu aplikasi pesan instan paling tepercaya dan aman di Bumi. Edward Snowden mengungkapkan bahwa dirinya menggunakan aplikasi tersebut, begitu pula dengan Pendiri Twitter Jack Dorsey.

Mendagri Tito Karnavian.

Perkuat Ekonomi Kawasan, Mendagri Dorong IMT-GT Jadi Platform Kerja Sama Konkret

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) tidak berhenti sebagai forum dialog.

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut