Kasus Hacker Bobol Data Pribadi Perusahaan Negara Kembali Terjadi

Hacker.
Sumber :
  • YouTube

VIVA – Pelanggaran tersebut melibatkan data pribadi yang terdaftar di maskapai penerbangan selama periode 9,5 tahun. Data yang bocor termasuk nama pelanggan, nomor kartu kredit, dan informasi paspor.

img_title Kredit Mobil ACC hingga 6 Tahun, Jangan Lupa Hitungan Ini

Data pribadi milik 4,5 juta penumpang maskapai penerbangan Air India di seluruh dunia dibocorkan oleh hacker atau peretas dalam pelanggaran terbaru yang dilaporkan oleh maskapai tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Nama pelanggan, nomor kartu kredit, dan informasi paspor termasuk di antara data pribadi penumpang yang dicuri hacker," tulis maskapai penerbangan Air India dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis, seperti dikutip dari situs Deutsche Welle, Minggu, 23 Mei 2021.

img_title Prabowo: Saya Siap Mati untuk Negara Ini

Perusahaan penerbangan milik negara ini mengaku telah mengamankan server yang diserang dan menggunakan "spesialis eksternal" keamanan data, serta bekerja dengan perusahaan kartu kredit untuk mengatasi masalah ini.

Pelanggaran tersebut melibatkan data pribadi yang terdaftar di maskapai selama periode sembilan setengah tahun antara 26 Agustus 2011 dan 3 Februari 2021, demikian tulis pemberitahuan pihak maskapai yang diunggah di laman internet maskapai penerbangan Air India.

img_title Prabowo Soroti Laba BUMN Naik Gegara Pembenahan Perusahaan Negara

Data pribadi yang bocor termasuk nama, tanggal lahir, informasi kontak, informasi paspor, informasi tiket, data frequent flyer Star Alliance dan Air India, serta data kartu kredit.

"Kami sangat menyesali ketidaknyamanan yang timbul dan menghargai dukungan dan kepercayaan yang berkelanjutan dari penumpang kami," demikian keterangan dari maskapai penerbangan Air India.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, maskapai itu menuliskan bahwa nomor CVV / CVC di kartu kredit tidak disimpan oleh pemroses data. Meski tidak ada data kata sandi yang terpengaruh, para penumpang dianjurkan untuk mengubahnya. Serangan dunia maya terjadi pada saat pemerintah India mencoba menjual BUMN penerbangan yang sedang dililit utang tersebut.

Beberapa maskapai penerbangan yang merupakan bagian dari Star Alliance memberi tahu penumpang bahwa sebagian datanya diakses oleh hacker atau peretas setelah perusahaan teknologi informasi multinasional yang menyediakan jasa IT dan telekomunikasi untuk industri transportasi udara (SITA) pada 4 Maret lalu secara terbuka mengonfirmasi bahwa ada "insiden keamanan data" yang melibatkan server sistem layanan penumpang yang berlokasi di Amerika Serikat (AS).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut