Lulusan Diploma Kini Bisa Senyum Semringah

Ilustrasi guru mengajar di sekolah.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Ampelsa

VIVA – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah meluncurkan Sembilan Program Beasiswa Gelar dan Non-gelar Pendidikan Vokasi (Diploma), di mana pendanaannya bersumber dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebesar Rp500 miliar dengan kuota yang diberikan mencapai 10 ribu.

img_title Permintaan Kelapa Dunia Naik, Industri Pengolahan RI Mulai Tancap Gas

Sembilan program beasiswa ini adalah S-1/D-4 Calon Guru SMK, Pendidikan Bergelar Dosen dan Calon Dosen PTPPV, Bridging Course Vokasi, Kampus Merdeka Vokasi, dan Magang Dosen dan Tenaga Kependidikan PTPPV.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya, Sertifikasi Dosen dan Tenaga Kependidikan PTPPV, Riset Keilmuan Terapan Dalam Negeri-Dosen PT Vokasi, Program Project Based Learning/ Praktik Kerja Lapangan Bersertifikat Bagi Siswa SMK (Dalam Negeri dan Luar Negeri), serta Program Project Based Learning/ Magang Bersertifikat Guru SMK (Dalam Negeri dan Luar Negeri).

img_title Dorong Pengembangan Industri Kepelabuhanan, BKI Teken MoU dengan ABUPI

Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Ahmad Saufi menjelaskan, setidaknya ada empat tantangan utama yang ingin diselesaikan Kemendikbudristek melalui sembilan program beasiswa tersebut.

Tantangan itu meliputi akses, kualitas, kuantitas, dan relevansi. Selain itu, transformasi dalam dunia pendidikan semakin membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kualifikasi dan kompetensi mumpuni.

img_title Tracon Industri Tembus Milestone 25 Juta Jam Kerja Aman di 25 Tahun Beroperasi

“Pertama soal tantangan kuantitas. Kita ketahui bahwa jumlah guru produktif masih terbatas dan perlu ditingkatkan. Nah, adanya program ini membuka kesempatan bagi insan vokasi (diploma), baik guru maupun dosen, untuk meningkatkan kualitas dan kualifikasinya,” kata dia, Minggu, 23 Mei 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saufi melanjutkan, pendidikan vokasi selama ini selalu dikaitkan oleh dunia usaha dan industri. Oleh karena itu, ia menganggap relevansi menjadi tantangan yang harus diantisipasi dengan menyiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

"Karena itu beasiswa ini merupakan salah satu jembatan mengatasi tantangan yang ada," jelasnya. Saufi menambahkan, tantangan terkait akses ini terjadi karena selama ini belum ada skema pendanaan khusus yang memberikan peluang besar bagi insan vokasi.
Dengan adanya Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) di Kemendikbudristek, diharapkan mampu memberikan ekosistem bagi vokasi. Sebab, menurut Saufi, pendidikan vokasi tidak pernah lepas dari dunia usaha dan industri.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut