Titik Vaksinasi Drive-thru Semakin Bertambah

Ilustrasi Vaksin Covid-19
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA – Sampai saat ini Indonesia masih dilanda wabah pandemi COVID-19. Meski program vaksinasi sudah mulai digelar, namun jumlah pasien yang terjangkit kembali menunjukkan peningkatan.

img_title Utang BLBI Lunas, Pemerintah Tetap Tagih Hak Negara ke Obligor dan Debitur

Beberapa wilayah mulai menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM dengan skala mikro, sebagai upaya meredam penyebaran virus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Total angka pasien positif COVID-19 secara kumulatif, per hari ini mencapai 2.156.465 orang. Meski demikian, total pasien sembuh secara kumulatif mencapai 1.869.606 orang.

img_title Bintang Timnas Swiss Granit Xhaka Akui Beli Sertifikat COVID Palsu: Saya Tidak Percaya Vaksin

Vaksinasi menjadi harapan baru, dalam rangka penanganan pandemi ini. Program ini sudah mulai dilaksanakan oleh pemerintah sejak beberapa waktu lalu.

Awalnya, program vaksinasi ditujukan untuk mereka yang berusia lebih dari 18 tahun. Namun, beberapa hari lalu Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan telah mengizinkan vaksin Sinovac diberikan ke anak usia 12-17 tahun.

img_title Pemerintah Ungkap Penempatan Manajer Kopdes Merah Putih Utamakan Kepastian Kerja

Guna mempercepat proses vaksinasi massal ke lebih dari 181 juta penduduk Indonesia, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 pemerintah bisa menggandeng berbagai pihak termasuk swasta.

Atas dasar itu, startup Halodoc bekerja sama dengan Konimex dan Gojek membuka pos pelayanan vaksinasi COVID-19 drive-thru di berbagai kota, antara lain Jakarta, Bogor, Surabaya, Sleman, dan Medan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selama program tersebut, Konimex menyediakan 50 ribu paket produk multivitamin, hand sanitizer serta makanan senilai lebih dari Rp3 miliar, yang dialokasikan dari dana Corporate Social Responsibility mereka.

“Dengan mengikuti vaksin, kita melindungi diri dan  keluarga serta turut mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk menciptakan kekebalan kelompok,” ujar CEO Konimex Group, Rachmadi Joesoef melalui keterangan resmi, dikutip Selasa 29 Juni 2021.

Mendikdasmen Abdul Muti

Anggaran Kemendikdasmen Ditambah Rp28 Triliun Buat Alihkan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu

Kemendikdasmen menerima tambahan anggaran sebesar Rp28 triliun pada Tahun Anggaran (TA) 2027 guna mendukung peralihan status guru PPPK paruh waktu ke penuh waktu.

img_title
VIVA.co.id
22 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut