Thanos, Hacker China yang Diduga Bobol BIN dan Lembaga Negara

Hacker.
Sumber :
  • Auth0

Ia juga menganjurkan menggunakan teknologi honeypot. Ketika terjadi serangan, hacker akan terperangkap pada sistem honeypot ini sehingga tidak bisa melakukan serangan ke server yang sebenarnya.

img_title Terungkap Benda Langit Misterius di Kebun Sawit, BRIN Konfirmasi Teknologi Roket China

Selain itu, perlu memasang sensor cyber threats intelligence untuk mendeteksi malware atau paket berbahaya yang akan menyerang ke sistem. Menurut dia, yang paling penting adalah membuat tata kelola pengamanan siber yang baik dan mengimplementasikan standard-standard keamanan informasi yang sudah ada.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait dengan info peretasan terhadap 10 kementerian/lembaga, CISSReC telah mencoba melakukan profiling threat actor (membuat profil aktor ancaman). Dijelaskan pula bahwa Mustang Panda adalah kelompok hacker China. Grup ini membuat private ransomware yang dinamakan Thanos.

img_title Murka! China Perketat Pengujian Mobil Listrik, Tak Mau Konsumen Jadi Kelinci Percobaan

Ransomeware ini dapat mengakses data dan credential login pada device (perangkat) PC, kemudian mengirimkannya ke command and control (CNC), bahkan hacker bisa mengontrol sistem operasi target.

"Private ransome Thanos mempunyai 43 konfigurasi yang berbeda untuk mengelabui firewall dan antivirus sehingga sangat berbahaya," katanya mengingatkan.

img_title Prancis-Jerman Kompak Hadang Dominasi Mobil China

Pratama menekankan bahwa Pemerintah segera melakukan segala langkah untuk mengetahui apakah tindak spionase ini terkait dengan konflik Laut China Selatan atau tidak.

Sebab, dalam beberapa tahun terakhir tensi terkait dengan isu ini memang meningkat di kawasan Asia Tenggara. Ia lantas berharap semoga info terkait dengan hal itu menjadi momentum perbaikan keamanan siber di lembaga negara. (Ant)

Volkswagen ID Buzz

Senjakala Produsen Mobil Eropa, Volkswagen akan Pangkas Lagi 12.000 Pekerja

Produsen mobil Eropa alami periode sulit, produsen otomotif multinasional asal Jerman, Volkswagen, berencana memangkas 12.000 pekerja tambahan hingga 2030.

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut