Jangan Hubungan Seks di Semak-semak Bukit Pasir

Hubungan seks.
Sumber :
  • Times of India

VIVA – Sebuah bukit pasir yang memiliki luas lebih dari 1.000 hektare (4 km persegi) di lepas pantai Afrika telah dilestarikan sebagai cagar alam sejak 1987 dan dianggap sebagai salah satu aset alam terbaik Spanyol. Sayang, tempat itu kerap dijadikan lahan untuk hubungan seks.

img_title Mengenal Inses dari Sisi Medis dan Dampak Buruknya: Belajar dari Kasus Grup FB Fantasi Sedarah

Para turis, terutama dari Inggris, Amerika Serikat (AS) dan Jerman, seharusnya menghindari berhubungan seks dengan orang asing di bukit pasir Gran Canaria, terutama di balik semak-semak karena efek merusak pada lanskap.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut penelitian baru oleh Laboratorium Beach and Dune Systems (BEADS) di Universitas Flinders dan Group of Physical Geography and Environment of the Institute of Oceanography and Global Change (IOCAG-ULPGC), begitu banyak turis mengunjungi Kepulauan Canary hanya untuk melakukan hubungan seks di bukit pasir yang melanggar hukum, sehingga spesies dan semak-semak yang langka musnah.

img_title Heboh Grup FB Fantasi Sedarah! Ini Pentingnya Pendidikan Seks Sejak Usia Dini, Jangan Anggap Tabu Lagi

Para peneliti telah menemukan hampir 300 tempat favorit turis yang digunakan untuk berhubungan seks, terutama di kalangan turis gay, di hamparan pasir yang sangat luas di sisi selatan pulau tersebut, seperti dikutip VIVA Tekno dari laman Sputniknews, Selasa, 9 November 2021.

Mereka juga melakukan penyelidikan menyeluruh yang melibatkan hubungan seks di tempat umum. Salah satunya bukit pasir. Faktanya, hubungan seks berdampak langsung pada bukit pasir serta delapan spesies tumbuhan asli. Tiga di antaranya endemik.

img_title Pria Paruh Baya Predator Seks di Priok Ditangkap, 3 Bocah Dicabuli di Perahu Nelayan

Temuan ini dipublikasikan dalam sebuah penelitian berjudul 'The Five S's: Sand, Sun, Sea, and Sex with Strangers'. Bukit pasir dan pantai pesisir adalah contoh dari pengaturan publik terbuka di mana tindakan seksual ini dipraktikkan secara luas, sampai pada titik di mana mereka diberi label sebagai 'Four S'.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Semua situs di mana pertemuan seksual terjadi ditemukan dan dicatat oleh para spesialis. Selanjutnya, mereka mengumpulkan data tentang ukuran dan distribusi internal kawasan ini, serta jenis aktivitas seksual, lokasi, tutupan dan jenis vegetasi, serta dampak lingkungan atau kurangnya upaya pengelolaan.

Menurut penelitian, keseluruhan ruang untuk melakukan hubungan seks berjumlah 298 atau memiliki luas 5.763 meter persegi. Lokasi hubungan seks ini terkait dengan jarak kawasan lindung dari jalur resmi, keberadaan hutan lebat, dan bukit pasir.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut