XL Axiata Digelayuti Awan Mendung

Teknisi XL Axiata mengecek jaringan.
Sumber :
  • Dokumen XL Axiata

VIVA – PT XL Axiata Tbk (EXCL) tengah digelayuti awan mendung, karena hanya membukukan laba bersih senilai Rp1,02 triliun di kuartal III 2021.

img_title Kejar Ekonomi 6 Persen di 2027, Purbaya Targetkan Investasi Tumbuh 7 Persen

Keuntungan operator telekomunikasi Indonesia yang saham mayoritasnya dimiliki BUMN Telko Malaysia ini menyusut 51 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,07 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami tetap berupaya keras untuk bisa melalui periode kuartal ketiga yang cukup berat, di tengah kompetisi industri telekomunikasi yang tidak pernah kendor," kata Direktur Utama dan Kepala Eksekutif XL Axiata, Dian Siswarini, Selasa, 9 November 2021.

img_title Data Lama Steam Bocor, Rahasia Portal 2, Left 4 Dead hingga Counter-Strike Mulai Terungkap

Selain itu, XL Axiata mencatat total pendapatan selama periode kuartal III 2021 sebesar Rp6,8 triliun, di mana Rp6,3 triliun di antaranya merupakan pendapatan layanan.

Sementara total pendapatan sepanjang sembilan bulan tahun ini tercatat Rp19,8 triliun, dengan Rp18,3 triliun di antaranya merupakan pendapatan layanan.

img_title Peningkatan Tren Gaya Hidup Aktif Masyarakat Jadi Peluang Industri Asuransi dan Layanan Kesehatan

EBITDA kuartal ketiga 2021 tercatat sebesar Rp3,4 triliun, dengan margin 50 persen dan EBITDA sepanjang sembilan bulan tercatat Rp9,9 triliun.

Di sepanjang kuartal ketiga 2021, biaya operasional meningkat 1 persen dari kuartal sebelumnya (QoQ), antara lain biaya penjualan dan pemasaran yang meningkat karena pertumbuhan distribusi yang bertambah luas.

Selanjutnya, biaya infrastruktur juga meningkat karena upaya perluasan jaringan yang juga terus dilakukan ke berbagai wilayah.

Biaya regulasi meningkat karena kenaikan biaya frekuensi, demikian juga biaya overhead meningkat karena biaya konsultasi yang lebih tinggi sebagai akibat dari proyek yang sedang berlangsung.

Pendapatan dari data di periode kuartal ketiga 2021 terus tumbuh, dan mencapai Rp6 triliun, meningkat sebesar 2 persen dari kuartal sebelumnya (QoQ).

Pencapaian ini sekaligus meningkatkan kontribusi pada total pendapatan layanan menjadi sebesar 95 persen, meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya (QoQ) yang sebesar 94 persen.

Pendapatan data ini tidak terlepas dari pertumbuhan trafik di sepanjang kuartal ketiga 2021, sebesar 10 persen QoQ, dari 1.572 PB menjadi 1.722 PB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika menggunakan penghitungan selama periode sembilan bulan, trafik data meningkat setinggi 34 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Di sisi lain, ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi sepanjang sembilan bulan tahun ini. Salah satunya akan terus berlanjutnya kompetisi yang ketat antar operator telekomunikasi," jelas Dian.

Ilustrasi Bandara

Batas Fuel Surcharge Angkutan Udara Naik Jadi 40 Persen, Kemenhub Ungkap Pertimbangannya

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengungkapkan, pihaknya secara berkala melakukan evaluasi terhadap kebijakan besaran biaya tambahan.

img_title
VIVA.co.id
2 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut