Indonesia Harus Hati-hati dengan Metaverse

Metaverse, proyek alam semesta virtual ala Facebook.
Sumber :
  • Deutsche Welle

Colonial Pipeline, operator jaringan BBM terbesar AS, terpaksa membayar uang tebusan US$5 juta atau sekitar Rp70,9 miliar setelah terkena serangan siber ransomware juga mencuri hampir 100 gigabyte data, dan pelaku mengancam akan merilisnya ke internet kecuali uang tebusan dibayarkan.

img_title 7 Cara Ampuh Melindungi Data HP dari Pencurian Digital, Nomor 3 Sering Diabaikan!

Serangan itu memicu krisis energi sementara sehingga perusahaan menghentikan operasi pipa selama beberapa saat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Di tahun 2022, adopsi pada cloud meningkat tajam. Penyedia jasa cloud harus mempersiapkan diri menjadi target serangan seiring dengan semakin massifnya migrasi industri dan pemerintah ke cloud. Jadi, mau tidak mau standard keamanan dan SDM harus ditingkatkan,” kata Pratama.

img_title Indonesia Paling Banyak Diserang Ransomware, Ada Pusat Data Nasional

Ia menambahkan, peristiwa seperti bocornya data institusi pemerintah dari Polri, BPJS Kesehatan, e-HAC, dan banyaknya peretasan pada web pemerintah diharapkan bisa ditekan pada tahun mendatang sehingga meningkatkan kepercayaan dunia internasional ke Indonesia.

“Padahal, RUU PDP sudah prolegnas pada tahun 2021, tapi hingga saat ini masih belum nampak untuk disahkan. Kendalanya yaitu karena RUU PDP saat ini adalah di Komisi PDP itu sendiri belum ada kesepakatan antara DPR dan Kominfo," tegasnya.

img_title Zombie Fort! Wahana Terbaru di Malang yang Penuh Tantangan, Sudah Coba?

Belum lagi isu Metaverse, yang menurutnya, menjadi tantangan serius apakah negara mempunyai regulasi yang cukup untuk mengatur hal tersebut.

"Ini kan seperti tanah tapi di wilayah siber. Bagaimana regulasinya, apakah kita siap atau tidak, masih ada waktu 1-2 tahun untuk negara siap menghadapi ini," ujar dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bila negara tidak siap, maka masyarakat akan secara otodidak dan otomatis masuk tanpa bekal apapun. Ini berbahaya karena bisa menyedot potensi ekonomi kita, transaksi terjadi di metaverse misalnya tanpa melewati negara," papar Pratama.

CEO Facebook, Mark Zuckerberg

Meta Platforms Tancap Gas Investasi AI Rp2.500 Triliun Meski Rugi Jumbo

Meta Platforms tetap agresif berinvestasi AI hingga Rp2.500 triliun meski mencatat kerugian besar di metaverse. Capex naik, investor mulai waspadai beban biaya.

img_title
VIVA.co.id
4 Mei 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut