Tammy Rodriguez Gugat Instagram dan Snapchat

Media sosial.
Sumber :
  • Freepik

VIVA – Seorang ibu bernama Tammy Rodriguez yang tinggal di Connecticut, Amerika Serikat (AS) menggugat Instagram dan Snapchat karena diduga menyebabkan putrinya yang berusia 11 tahun mengalami kecanduan ekstrem media sosial sebelum dirinya memutuskan bunuh diri.

img_title 620 Anak Terpapar Radikalisme Lewat Media Sosial Sepanjang 2026

Tammy Rodriguez menuduh dua platform media sosial itu harus bertanggung jawab atas kematian putrinya, Selena, yang menjadi kecanduan Instagram dan Snapchat selama beberapa tahun sebelum dia mengakhiri hidup pada 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gugatan kematian diajukan pada Januari 2022 di Pengadilan Distrik San Francisco, yang mengklaim bahwa produk Meta – induk usaha Instagram dan Snapchat mengandung desain yang cacat, kelalaian, dan fitur berbahaya yang tidak masuk akal.

img_title 7 HP Terbaik untuk Reseller yang Dipakai 3–5 Tahun, Harganya Murah dan Memiliki Penyimpanan Besar

Tammy Rodriguez menyebut bahwa Selena menderita kerusakan mental parah yang menyebabkan cedera fisik karena menggunakan platform media sosial. Keluarganya menuduh Meta dan Snapchat gagal memberikan perlindungan yang memadai dari konten berbahaya dan eksploitatif.

"Kami menuntut (Meta Platforms Inc. dan Snap Inc.) karena merancang algoritma yang membuat anak-anak kecanduan," kata Pengacara Matthew Bergman yang merupakan pendiri Social Media Victims Law Center (SMVLC), seperti dikutip dari situs Independent, Senin, 7 Februari 2022.

img_title Remaja Jepang Tolak Medsos Dibatasi

Surat pengadilan menyatakan bahwa sebelum kematiannya, Selena telah berjuang selama dua tahun karena kecanduan Instagram dan Snapchat. Ia dirawat di rumah sakit untuk perawatan psikiatri darurat untuk mengobati depresi dan putus asa.

Tammy Rodriguez dan keluarga mengatakan bahwa Selena berubah menjadi sangat kasar, terlebih saat telepon genggamnya diambil. Ia bahkan pernah mematahkan hidung kakak perempuannya, Destiny, dalam sebuah perkelahian.

"Kami benar-benar mulai memperhatikannya sejak dia berhenti berinteraksi dengan kami dan menjadi sangat tertutup menjelang akhir hayatnya. Dia selalu ingin berbicara di telepon (ponsel). Saya pikir dia sangat bergantung padanya (ponsel)," kata Destiny, mengenang adiknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Pelaku tindak pidana judi online modua spam komentar di medsos

Bareskrim Bongkar Situs Judi Online Berkedok Spam Komentar di Medsos, 6 Orang Jadi Tersangka

Tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana judi online dengan modus spam komentar di medi sosial

img_title
VIVA.co.id
3 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut