Siap-siap 'Suntik Mati' 3G

Jaringan 2G, 3G, 4G, dan 5G.
Sumber :
  • Digi International

VIVA – Rencana Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo menjadikan jaringan seluler 4G sebagai tulang punggung konektivitas di Indonesia terus dimatangkan.

img_title Gempa NTT M 7,7 bikin Ratusan BTS Lumpuh: Daerah Ini Paling Terdampak

Pemerintah meminta seluruh operator seluler untuk melakukan kajian rencana penghapusan jaringan 3G yang dinilai sudah tidak efisien dan efektif di tengah keterbatasan spektrum frekuensi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kominfo, Ismail, menyebutkan ada sejumlah faktor pendorong transisi jaringan 3G ke 4G.

img_title Prabowo Subianto Buka Fakta Mengejutkan Tol Langit RI

Menurutnya, faktor pertama adalah kaitannya dengan efisiensi biaya. Ketika operator seluler melakukan layanan paralel untuk berbagai macam jaringan dan teknologi, maka akan diperlukan banyak sumber daya dan ekosistem.

"Ini membutuhkan cost yang lebih besar," kata dia, dalam diskusi virtual, Rabu, 16 Maret 2022. Lebih lanjut, faktor kedua adalah keterbatasan spektrum frekuensi untuk digunakan oleh berbagai macam teknologi.

img_title MK Kabulkan Sebagian Gugatan Kuota Internet Hangus, Operator Wajib Sediakan Opsi agar Sisa Kuota Tetap Bisa Dipakai

"Pemerintah, dalam hal ini Kominfo, sudah menetapkan teknologi seluler didekatkan dengan teknologi netral, di mana operator diberikan kebebasan untuk memilih sendiri teknologi apa yang harus dimanfaatkan secara efektif dan efisien untuk digunakan guna melayani masyarakat," ungkapnya.

Ismail juga memberikan pemaparan terkait transisi dan 'suntik mati' 3G dari beberapa sudut pandang. Dari sisi masyarakat sebagai pengguna, prioritas utamanya adalah bagaimana mereka bisa mendapatkan layanan yang tersedia di mana saja.

Ilustrasi operator telekomunikasi.

Photo :
  • Dok. Istimewa

"Selain itu, kualitas jaringan – bagaimana kualitas speed dan latency-nya. Pengguna tentu ingin mendapatkan kecepatan yang memadai dengan delay time yang rendah, serta mendapatkan layanan yang tarifnya terjangkau," tutur Ismail.

Selanjutnya, dari sisi perangkat. Ismail menyebutkan pentingnya analisis mendalam terkait perangkat (handset device) yang dimiliki oleh masyarakat sebelum pemerintah dan operator seluler memutuskan untuk sepenuhnya menghapus jaringan 3G.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita harus tahu profil sebaran handset ini seperti apa," jelas Ismail. Sudut pandang ketiga adalah pertimbangan infrastruktur TIK dan jaringan, agar pemanfaatan teknologi tersebut bisa sesuai antara biaya dan peruntukkannya.

Dalam catatan Sekjen Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), jumlah trafik penggunaan 3G di Indonesia saat ini kurang dari 10 persen dari total trafik data seluruh operator seluler.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut