NASA Lagi Buka Lowongan
- Craig Bailey/Florida Today via AP
VIVA – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA mengumumkan rencana terbarunya untuk mendaratkan kembali astronot untuk yang kedua kalinya di Bulan lewat Program Artemis.
Mereka kini sedang mencari dan meminta beberapa perusahaan ruang angkasa komersial untuk mengajukan usulannya supaya proyek tersebut berjalan.
NASA sebelumnya diketahui sudah memiliki kontrak khusus dengan perusahaan milik Elon Musk, SpaceX, untuk menjalankan misi serupa dan ditargetkan bisa rampung pada 2025, namun ternyata NASA menginginkan ada penyedia jasa lainnya untuk bisa menerbangkan para astronot sehingga misinya bisa optimal.
Pada 2021, SpaceX sudah mendapatkan kontrak tunggal sebesar US$2,9 miliar atau Rp41,6 triliun dan menjadi satu-satunya perusahaan ruang angkasa komersial yang bermitra dengan NASA karena memiliki penawaran paling terjangkau.
Namun nampaknya keinginan NASA untuk mendapatkan dua penyedia layanan penerbangan ke Bulan dalam Proyek Artemis semakin besar peluangnya setelah kongres Senat di AS menunjukkan secercah dukungan bagi NASA.
Lalu, pada Oktober 2021, Komite Peruntukan Senat memperkenalkan RUU yang akan mengarahkan NASA untuk memilih perusahaan kedua untuk mengembangkan pendarat Bulan untuk Program Artemis.
Sayangnya, dalam masa anggaran 2022, NASA tidak mendapatkan kesempatan itu dan hanya mendapat dana senilai US$1,1 miliar (Rp16 triliun) untuk bisa menyelesaikan Program Artemis.
Untuk itu, memasuki tahapan untuk penganggaran di 2023 maka NASA tidak ingin kehilangan momentum.
NASA akhirnya mengumumkan rencana resminya untuk memilih layanan pendaratan Bulan dari perusahaan lain selain SpaceX seperti yang dicita-citakan sebelumnya.
"Persaingan mengarah pada hasil yang lebih baik dan lebih andal," kata Penanggung jawab NASA Bill Nelson, seperti dikutip dari The Verge, Jumat, 25 Maret 2022.
Dengan adanya kompetisi antar perusahaan maka rencana pengiriman manusia ke Bulan untuk kedua kalinya bisa berjalan dengan lebih cepat karena bisa mendorong inovasi dan kreativitas.
NASA sekarang berencana untuk mengeluarkan draft panggilan untuk proposal pada akhir bulan, dengan rencana untuk merilis panggilan terakhir akhir musim semi ini. Semua perusahaan komersial selain SpaceX akan dapat bersaing dalam kompetisi baru ini untuk mendapatkan kontrak.